Senin, 15 Oktober 2018 17:25

Penjelasan Bagian Lelang Soal Isu Pengkondisian Proyek oleh Wali Kota Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Walikota Cimahi Ajay M Priatna.
Walikota Cimahi Ajay M Priatna. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id,Cimahi - Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Cimahi, Asnadi Junaedi menegaskan, proses lelang dan jasa di Kota Cimahi bebas dari intervensi siapapun, termasuk dari Wali Kota Cimahi.

Pernyataan tersebut diungkapkan Asnadi untuk menjawab tuduhan dari sejumlah pengusaha bahwa Proyek lelang di Kota Cimahi sudah dikondisikan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna.

Baca Juga : 322 Pelamar CPNS di Cimahi Gagal Penuhi Syarat Administrasi Online

"Bisa dilihat di sistem. Tidak bisa dikondisukan, cek saja. Tidak ada intevensi atau semacam titipan," tegas Asnadi saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Senin (15/10/2018).

Asnadi mengklaim, sistem yang ada saat ini, yakni modernisasi melalui pendaftaran online membuat lelang barang jasa di Kota Cimahi lebih transparan. Jadi, tegas dia, yang namanya pengkondisian atau monopoli proyek itu tak akan terjadi di Kota Cimahi seperti yang diutuhkan sejumlah pengusaha.

Baca Juga : Dituduh Monopoli Proyek, Begini Jawaban Cerdas Wali Kota Cimahi

Dalam modernisasi semua sistem pengadaan barang dan jasa lama sudah digantikan dengan sistem yang baru. Semuanya melalui sistem, tidak seperti dulu yang harus memasukan dulu berkas dan ditumpuk di meja. 

Nantinya, jika perusahaan ingin mengikuti lelang, maka harus mendaftar bisa dilihat dari situs resmi lpse.cimahikota.go.id. Pokja yang sudah dibentuk pun akan melakukan penelusuran terhadap perusahaan yang mendaftar.

"Sistem ini sudah sesuai dengan Cimahi Cyber City dimana dalam pelaksanaannya tidak ada yang dilakukan secara manual," jelasnya.

Jadi, tegas dia, dengan modernisasi sistem pengadaan barang dan jasa serta Pokja yang independen, tak akan ada aksi suap menyuap maupun intepensi dalam keputusan pemenang lelang.

"Kecuali disanggah (bisa). Kalau sanggahan itu juga benar. Karena tidak bisa diinterpensi, maka tidak akan ada kecurangan atau titipan baik dari Ketua Dewan, Wali Kota atau pun yang lainnya," pungkas Asnadi.

Asnadi melanjutkan, proses pengajuan lelang sendiri cukup ketat. Awalnya, dari Operasi Perangkat Daerah (OPD) mengajukan dokumen proses lelang ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). Kemudian, dokumen tersebut dikaji oleh Kelompok Kerja (Pokja) lelang.

Jika dokumen tersebut sudah dianggap lengkap, maka proses lelang akan dimulai. Dokumen akan dimasukan ke dalam sistem. Perusahaan manapun dipersilahkan untuk melakukan penawaran terhadap proyek yang dilelangkan. 

Kemudian, perusahaan yang melakukan penawaran lewat online akan diverifikasi administrasi terlebih dulu oleh Pokja. Proses verifkasi administrasi perusahaan pun dilakukan sangat ketat. Di antaranya, dalam dokumen penawaran, perusahaan itu harus melampirkan kemampuan finansial.

"Kedua, harus bisa menjelaskan teknis oleh tenaga ahli. Misal cara mengerjakan PJU begini. Tenaga ahli juga yang yang bersertifikasi," tegas Asnadi.

Jika salah satu syarat administrasi saja tidak terpenuhi, maka otomatis perusahaan itu akan gugur dengan sendirinya. "Berarti kan ketat di situ. Sebenernya yang mereka bikin kalah itu karena mereka tidak mengupload dokuman yang dipersyaratkan. Itu baru segi administrasi," jelasnya.

Kemudian, jika lulus verifikasi administrasi, perusahaan itu akan dicek langsung ke lapangan oleh Fokja. Pengecekan akan dilakukan meliputi berbagai unsur, seperti peralatan teknis perusahaan tersebut. Jadwal lengkap proses lelang sudah termuat dalam web resmi. 

Setelah ditentukan pemenang, pihaknya pun memberikan kesempatan bagi perusahaan yang kalah untuk mengajukan sanggahan. Jika sanggahan yang diajukan benar, maka bukan tidak mungkin perusahaan yang jadi pemenang itu bisa dianulir.

"Ada masa sanggah 5 (lima) hari memberikan kesempatan pesaing. Apabila sanggahan benar, maka pemenang bisa batal," tandasnya.

Jadi, kesimpulannya, kata Asnadi, dengan sistem lelang barang dan jasa di Kota Cimahi ini, tak akan ada yang namanya praktik suap, titipian maupun pengkondisian proyek di Kota Cimahi.

Baca Lainnya