Rabu, 20 Oktober 2021 13:23

Pemkot Cimahi Tak Berikan Bantuan Hukum Kepada Tersangka Korupsi

Reporter : Bubun Munawar


Limawaktu.id,- Pemerintah Kota Cimahi menghormati proses hukum yang tengah bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi terkait dugaan korupsi lahan pemakaman Covid-19 di Lebaksaat Kelurahan Cipageran Kota Cimahi, oleh oknum PNS Kota Cimahi.

Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengungkapkan, pihaknya menghormati proses hukum yang dilakukan Kejari Cimahi dalam kasus dugaan korupsi lahan pemakaman Covid-19 tersebut. Namun untuk memberikan bantuan hukum kepada tersangka, Ngatiyana menyatakan sesuai dengan ketentuan yang ada, pihaknya tidak memberikan bantuan hukum kepada oknum PNS yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

"Kita hormati proses hukum yang tengah berjalan, dan kami tidak memberikan bantuan hukum kepada tersangka dalam kasus tersebut," ungkapnya, usai melakukan monitoring dan evaluasi aspirasi di RW 18 Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi, Rabu (20/10/2021).

Dikatakannya, sesuai dengan aturan yang ada Pemkot Cimahi tidak memberikan bantuan hukum yang dibiayai oleh APBD Kota Cimahi kepada oknum PNS yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

"Pendampingan hukum dilakukan oleh penasehat hukum yang diminta secara pribadi oleh yang bersangkutan," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Seorang Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkot Cimahi berinisial AK ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi pengadaan Lahan Pemakaman Covid-19 di TPU Lebaksaat, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.

Selain AK, Kejari Cimahi juga menetapkan pensiunan PNS berinisial AJ dan YT dari pihak swasta sebagai tersangka. AK dan AJ disebut terlibat dalam pengadaan tanah, yang ternyata milik Pemkot Cimahi

Kasus tindak pidana korupsi itu bermula ketika Pemkot Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi melakukan pengadaan tanah tahun 2020 untuk pemakaman Covid-19 dengan anggaran Rp569.520.000.

"Pengadaan tanahnya seluas 791 meter persegi yang diklaim tersangka YT dengan dasar akta jual beli," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Cimahi, Feby Gumilang, Jumat (15/10/2021).

Baca Lainnya