Selasa, 3 April 2018 15:07

Pemkot Cimahi Soal HET Beras: gak ada Sanksi

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Pemerintah Kota Cimahi mengakui, belum bisa mengendalikan harga komoditas pangan seperti beras agar tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (het).

Harga beras kualitas medium di pasar trasidional di Kota Cimahi masih bertahan pada kisaran Rp10.000-11.000/kilogram.

Baca Juga : Akibat Cuaca Buruk, Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Beras di Cimahi Lampaui HET

Sementara dalam HET yang ditetapkan Kementrian Perdagangan RI, harga eceran beras medium tidak boleh melebihi Rp9.450/kilogram.

"Gak ada (sanksi). Hanya diingatkan secara lisan saja, karena di Permendagnya juga tidak ada sanksi," kata Kepala Seksi Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Cimahi, Agus Irwan melalui staffnya, Dini Andriyani saat dihubungi, Selasa (3/4/2018).

Baca Juga : Pemkot Cimahi Dukung Impor Beras

Ia mengklaim, sejak dikeluarkannya Permendag Nomor 57 tahun 2017 tentang HET Beras, pihaknya langsung mensosialisasikannya kepada pegadang pasar tradisional dan toko modern.

Bahkan, kata dia, sudah ada harga beras yang ada di toko modern maupun pasar tradisional yang sudah mengikuti aturan tersebut. "Sosialisasi udah dari tahun kemarin," ucapnya.

Baca Lainnya