Senin, 9 April 2018 14:45

Pemkot Cimahi Selalu Kecolongan Soal Pembuangan Limbah Pabrik ke Sungai

Reporter : Fery Bangkit 
Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.
Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Pemerintah Kota Cimahi mengakui selama ini Kecolongan oleh aksi pabrik-pabrik yang kerap membuang Limbah ke aliran sungai tanpa melalui proses Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).

Pernyataan tersebut diucapkan Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat berada di sekitar Jalan Ciawitali, Cimahi, Senin (9/4/2018). Ia mengatakan, ketika ia turun ke lapangan, memang masih ada pabrik yang membuang limbah itu secara langsung ke sungai.

"Memang kita ini kecolongan. Setelah kita mencari ataupun melihat di lapangan masih ada yang membuang limbah itu ke sungai," kata Ngatiyana.

Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi, hingga tahun 2017 jumlah perusahaan di Cimahi mencapai 593. Dari jumlah tersebut, belum diketahui berapa perusahaan yang membuang sampah ke aliran sungai.

Aliran sungai dari Kota Cimahi sendiri bermuara di Sungai Citarum. Artinya, pabrik di Cimahi juga menjadi salah satu penyumbang tercemarnya Citarum.

"Ini berakibat terhadap sungai itu, sehingga sangat riskan apabila dikonsumsi masyarakat. Akan berdampak pada kesehatan," tutur Ngatiyana.

Ia melanjutkan, terkait pabrik-pabrik yang membuang limbah tanpa IPAL, Pemerintah Kota Cimahi sudah memberikan penekanan kepada pabrik agar membuat dan memfungsikan IPAL.

Bahkan, kata Ngatiyana, Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna pun sudah menyampaikan kepada Asosiasi Perusahaan Indonesia (Apindo) Kota Cimahi agar pabrik segera merealisasikan pemanfaatan IPAL.

"Mudah-mudahan realisasinya secara cepat. Industri allhamdulilah punya itikad baik untuk membuat IPAL," ucapnya.

Pihaknya mengklaim selalu melakukan pemantauan apakah intruksi pembuatan IPAL itu dilaksanakan oleh pabrik atau tidak. Apabila pabrik masih tidak mengindahkannya, pihaknya akan memberikan sanksi.

Namun, kata dia, tindakan sanksi itu harus melalui mekanisme peringatan 1, 2 dan 3. Selain tentunya izin dari orang nomor satu di Cimahi, Ajay M Priatna.

"Kita selalu cek perkembangannya, bagaimana janji mereka untuk membuat IPAL ini," tandasnya.

Baca Lainnya