Selasa, 12 Juli 2022 22:33

Pemkot Cimahi Klaim Program Seribu Lapangan Kerja Sudah Terlampaui

Reporter : Bubun Munawar
Pelamar sedang wwancara dengan tim Smartfren
Pelamar sedang wwancara dengan tim Smartfren [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Pemerintah Kota Cimahi melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja Yanuar Taufik mengklaim salah satu dari 21 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi 2017-2022 sudah terlampaui. Penyediaan lapangan kerja ini dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran terbuka.

“Pada tahun 2021 saja jumlah angkatan kerja yang terserap mencapai 1037 orang, “ ungkapnya usai rekrutmen calon pegawai yang akan bekerja di PT. Smartfren, di Gedung B Pemkot Cimahi, Selasa (12/7/2022).

JIka dijumlahkan sejak 2017, jumlah tenaga kerja yang terserap sudah melampuai target penyerapan tenaga kerja di Kota Cimahi.

“Belum lagi jika dilihat dari tenaga kerja yang bekerja di 41 ribu UMKM se Kota Cimahi,” jelasnya.

Menurut Yanuar, sesuai dengan data BPS jumlah pengangguran terbuka di Kota Cimahi mencapai 13 persen  atau nomor dua se Jawa Barat. Hal itu terjadi karena rasio perbandingan jumlah pengangguran terbuka dan jumlah angkatan kerja yang ada di Cimahi.

“Angka pembandingnya kan karena jumlah pengangguran dibagi dengan jumlah angkatan kerja. JIka jumlah angkatan kerja 270 ribu orang sementara penganggurannya 39 ribu otomatis akan keluar angka 13 persen tadi. Padahal jika dibandingkan dengan kabupaten kota lainnya yang jumlah angkatan kerja dan penganggurannya lebih tinggi, jumlahnya relatif sedikit,” bebernya.

Tak hanya itu, bisa saja saat survey dilakukan kepada seorang ibu rumah tangga misalnya,  dan dia mengaku sedang mencari pekerjaan otomatis disebut penganguran terbuka. Padahal seorang ibu rumah tangga bukan termasuk kepada angkatan kerja.  

Dikatakannya, untuk mengurangi jumlah pengangguran di Kota Cimahi pihaknya melakukan kerjasama dengan Lembaga Pendidikan Keterampilan dan industry iyang ada di Cimahi. Seperti program rekruitment Smartfren Gadget Spesialis (SGS) dan Smartfren Direct Selling (SDS).

''Hari ini para pelamar  langsung interview untuk mendapatkan kesempatan bekerja di smartfren dengan kuota  50 orang,” sebutnya.

Pemkot Cimahi juga telah bekerjasama dengan berbagai industri di Kota Cimahi dalam mewujudkan capaian seribu lapangan kerja.

Dia menyebutkan, tingkat pencapaian penyerapan tenaga kerja di Kota Cimahi selama periode 2018 hingga sekarang melalui program Disnaker sudah lebih dari 7.000 orang.

''Kalau untuk pemenuhan target lapangan kerja sudah tercapai,'' pungkasnya.

Disnaker juga telah bekerja sama dengan LPK yang memiliki MoU dengan industri dengan menyiapkan  hardskill nya, selepas pelatihan langsung diterima bekerja di industri. Sebagian besar industri di Kota Cimahi bergerak di bidang tekstil dan garmen, sehingga pelatihan pun disiapkan untuk keterampilan menjahit.

 

Baca Lainnya