Selasa, 10 Mei 2022 12:52

Pemda KBB Lakukan Deteksi Dini Hepatitis Akut

Reporter : Bubun Munawar
Plt Bupati KBB Hengki Kurniawan melakukan rakor dalam menyikapi kasus hepatitis misterius, Selasa (10/5/2022).
Plt Bupati KBB Hengki Kurniawan melakukan rakor dalam menyikapi kasus hepatitis misterius, Selasa (10/5/2022). [Instagram]

Limawaktu.id,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat  (KBB) akan melakukan deteksi dini door to door untuk mengantisipasi adanya penyakit Hepatitis Akut yang diderita warganya. Pasalnya Para ahli menduga infeksi hepatitis ini disebabkan oleh virus yang umumnya menyerang saluran pencernaan dan saluran pernapasan.

Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengungkapkan, secara tehnis deteksi dini tersebut dilakukan dengan melibatkan seluruh tenaga kesehatan yang ada hingga tingkat wilayah. Tehnisnya seperti ketika  melakukan vaksinasi Covid-19 kemarin dengan langsung mendatangi rumah warga.

“Kita akan door to door mendatangi rumah warga untuk melakukan deteksi dini,” ungkapnya, Selasa (10/5/2022).

Menurutnya, pihaknya  akan cek semuanya (kesehatan), setelah dilakukan pengecekan kesehatan dan dinyatakan sehat maka kita akan pasang keterangan di rumah tersebut sehat.

“ Saya mengimbau, masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan diri, keluarga dan juga lingkungan. Hal ini merupakan upaya preventif yang harus dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu,  Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melaporkan sudah ada 15 kasus hepatitis akut misterius hingga saat ini. Pakar menyebut sederet gejala awal yang patut diwaspadai.

"Tanggal 27 April, jadi 4 hari sesudah WHO menyampaikan adanya outbreak di Eropa ini, Indonesia menemukan tiga kasus di Jakarta," ujarnya dikutip detik.com, dalam konferensi pers virtual, Senin (9/5/2022).

Tanggal 27 April itu Kemenkes sudah langsung mengeluarkan surat edaran agar semua rumah sakit dan dinas kesehatan melakukan surveilans terhadap kasus ini. 30 April Singapura mengumumkan kasus yang pertama dan sampai sekarang kondisinya di Indonesia ada 15 kasus.

Sebelumnya, juru bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi menyebut sudah ada 4 kasus kematian anak diduga terkait hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya alias misterius. Keempatnya berusia 11 tahun ke bawah dan hanya satu yang sudah mendapat vaksin COVID-19 lengkap.

Baca Lainnya