Kamis, 16 November 2017 23:10

Pembebasan Lahan Proyek Kereta Cepat Libatkan Satgas

Reporter : Jumadi Kusuma
Ketua Satgas Pengadaan tanah melakukan osialisasi pembebasan lahan proyek kereta api cepat.
Ketua Satgas Pengadaan tanah melakukan osialisasi pembebasan lahan proyek kereta api cepat. [limawaktu]

Limawaktu.id, - PT. Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebagai konsorsium yang menangani Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) mulai melakukan sosialisasi pembebasan lahan yang terkena jalur KCJB di Kampung Parakan Desa Bojongkoneng Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat, Kamis (16/11).

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bandung Barat dan perwakilan PT. PSBI, dihadiri oleh Kepala Desa Bojongkoneng, Babinsa dan Binmas serta seratus orang perwakilan warga yang terkena jalur proyek KCJB di Desa Bojongkoneng sebanyak 94 orang pemilik bidang tanah dengan jumlah 155 bidang tanah seluas 89.570 meter persegi.

Agus Sudarsono Ketua Satgas pengadaan tanah KCJB dari BPN KBB menyatakan, dalam pembebasan telah dibentuk Satgas untuk melakukan pendataan, pengukuran, menggambarkan, setiap bidang yang dilengkapi dengan status kepemilikan.

"Warga supaya mempersiapkan bentuk lahan yang terkena jalur, selanjutnya akan didata oleh dinas terkait, pengukuran akan dilakukan Senin 20 November 2017 dengan tanda patok warna merah oleh pemilik dengan kesepakatan dari tetangga," terangnya.

Sementara itu, warga meminta kepastian waktu, supaya ada persiapan dari warga, bagaimana penggantian makam pribadi, tanah sisa dan status tanah.

Terkait pertanyaan tersebut Agus menyatakan bahwa waktu kerja selama tigapuluh hari untuk menginventarisasi dan indentifikasi tanah, mengenai makam pribadi ada hitungannya dan terkait sisa dan status tanah ada tim penilai sesuai aturan pertanahan. (jk)