Sabtu, 20 Oktober 2018 15:56

Pembangunan Senilai Rp 9,5 Triliun Milik PLN Molor Hingga 2025

Reporter : Fery Bangkit 
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Pembangkit Jawa Bagian Tengah I (PLN UIP PJBT I), Ahmad Daryanto Ariyadi, Sabtu (20/10/2018).
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Pembangkit Jawa Bagian Tengah I (PLN UIP PJBT I), Ahmad Daryanto Ariyadi, Sabtu (20/10/2018). [Fery Bangkit/limawaktu]

Limawaktu.id, Bandung Barat - Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengakui pembangunan mega proyek PLTA Upper Cisokan yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Cianjur ini menemui banyak kendala.

Persoalan yang dihadapi tidak bisa 100% dihadapi dengan pendekatan keilmuan sehingga berdampak kepada molornya rencana pengoperasian PLTA yang pembangunannya menghabiskan anggaran lebih dari Rp9,5 triliun ini.

"Harus diakui banyak persoalan di lapangan yang kami hadapi dan tidak bisa selesai dengan pendekatan keilmuan. Makanya target beroperasinya PLTA Upper Cisokan, over all menjadi mundur antara tahun 2024 atau 2025," kata General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Pembangkit Jawa Bagian Tengah I (PLN UIP PJBT I), Ahmad Daryanto Ariyadi, Sabtu (20/10/2018).

Dia menjelaskan, persoalan yang dihadapi dalam membangun PLTA dimana pun di seluruh Indonesia sangat tinggi. Dinamikanya tidak sederhana yang dibayangkan. Seperti dalam hal pembebasan lahan, kondisi geologis, budaya di masyarakat dan sebagainya.

Sehingga tentunya diperlukan pendekatan non teknis selain dari keilmuan, termasuk sokongan pendanaan agar kendala yang dihadapi di lapangan tidak berlarut-larut.

Terkait progres yang saat ini sedang berjalan, Ahmad menyebutkan, pengerjaan access road PLTA Upper Cisokan yang dimulai dari titik Cipari, Kecamatan Cipongkor. Itu dilakukan setelah pembebasan lahan beres, sehingga pembangunan bisa dilakukan. Kondisinya sudah mencapai 31% termasuk pengaspalan, land slide untuk mengatasi terjadinya longsor, serta pembangunan jembatan dari total panjang acces road  27 kilometer.

Access road yang dibangun meliputi empat desa di dua kecamatan. Keempat desa itu adalah Desa Cibitung dan Sukaresmi Kecamatan Rongga, serta Desa Cijambu, dan Desa Sirnagalih Kecamatan Cipongkor.  

"Progres acces roadnya sudah 31% dengan mengambil titik awal di Cipari, Kecamatan Cipongkor dan mengarah ke titik Upper Dam dan Lower Dam," sebutnya.

Disinggung mengenai bantuan comunity develpoment (comdev) atau CSR yang diberikan ke Pemda KBB, dia menyebutkan hal itu sudah dilakukan. Seperti untuk peningkatan kualitas jalan, pembangunan masjid, puskesmas, dll, tergantung kebutuhan dan permintaan dari masyarakat. 

Bantuan tersebut yang diberikan PLN ke KBB dan Kabupaten Cianjur mencapai Rp400 miliar, masing-masing untuk KBB Rp225 miliar dan Cianjur Rp175 miliar.

Seperti diketahui PLTA Upper Cisokan akan memiliki kapasitas 1.040 MW. Proyek ini didanai dari pinjaman World Bank sebesar USD700 juta atau sekitar Rp9,5 triliun. Diharapkan PLTA Cisokan ‎ini dapat melayani kebutuhan listrik di Jawa-Bali pada saat beban puncak.

Nantinya, di sekitar area PLTA Cisokan akan dibangun dua bendungan upper dan lower untuk kebutuhan pembangkitnya dan merupakan yang pertama di Asia Tenggara. 

Baca Lainnya