Selasa, 27 Juni 2023 21:58

Peletakan Batu Pertama Monumen Perjuangan Soekarno Besok Dilaksanakan di GOR Saparua

Penulis : Iman Nurdin
Peletakan batu pertama Monumen Perjuangan Soekarno akan dilaksanakan Rabu (28/6/23) besok.
Peletakan batu pertama Monumen Perjuangan Soekarno akan dilaksanakan Rabu (28/6/23) besok. [Iman Nurdin]

Kota Bandung, Limawaktu.id -- Peletakan batu pertama atau groundbreaking monumen Perjuangan Soekarno di GOR Saparua, Kota Bandung, akan dilaksanakan besok, Rabu (28/6/2023). Monumen tersebut bentuk penghormatan dan mengenang sejarah proklamator Republik Indonesia.

Peletakan batu pertama ini Rencananya akan dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Gagasan pembangunan Monumen Perjuangan Soekarno di Kota Bandung sendiri mengemuka dalam diskusi Peringatan Bulan Bung Karno di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Forum diskusi bertema "Perlukah Dibangun Monumen Bung Karno di Bandung?" tersebut menghadirkan Sejarawan Sunda sekaligus Jurnalis Senior Yayat Hendayana, Budayawan/Ketua Kongres Sunda Avi Taufik Hidayat, Dewan Persatuan Alumni GMNI Andi Nitidisastro, Direktur Masyarakat Gedung Indonesia Menggugat M Syaban Hanif, Ketua Yayasan Putera Nasional Indonesia Pamriadi, dan Seniman Pematung Yogyakarta Dunadi.

"Kamu mendukung penuh rencana dan gagasan pembangunan Monumen Perjuangan Soekarno di Kota Bandung. Kehadiran monumen tersebut dapat menjadi salah satu bentuk penghormatan," kata Yayat Hendrayana.

"Sebuah Monumen Plaza Bung Karno sudah tentu kurang seimbang dengan jasa Bung Karno semasa hidup. Tapi kita percaya, ini niat baik dari anak muda, yang bertujuan memberikan penghormatan kepada tokoh bernama Bung Karno," kata Yayat.

Bagi Yayat, Bung Karno adalah motivator hebat yang dalam setiap kesempatan berpidato dengan membawa catatan baik lengkap maupun tidak lengkap. Yayat pun memiliki catatan tersendiri mengenai sosok Bung Karno.

"Jasa seorang Bung Karno bagi bangsa adalah jasa yang tetap dikenang sepanjang masa. Seorang proklamator yang dengan keberanian luar biasa menyatakan kemerdekaan," ucap Yayat.

Senada dengan Avi Taufik Hidayat. Dia menjelaskan latar belakang perlu adanya Monumen Perjuangan Soekarno di Kota Bandung merupakan ide nasionalisme yang muncul dari Kota Bandung.

"Oleh karena itu, adalah beralasan di Kota Bandung didirikan monumen karena nasionalisme dilahirkan di Bandung," kata Avi.

Alasan lainnya, kata Avi, Kota Bandung adalah tempat lahirnya Marhaenisme yang digagas Bung Karno saat berusia 20 tahun.

Saat berkeliling ke bagian Selatan Kota Bandung, Bung Karno bercakap-cakap dengan sosok petani berbaju lusuh bernama Marhaen yang sedang mencangkul sendirian di sebuah petak sawah.

"Dia melihat Marhaen ini beda dengan buruh dalam paradigma perlawanan terhadap kapitalisme. Buruh menjual tenaganya. Kalau Marhaen, masih punya alat produksi," kata Avi.

Sedangkan Andi Nitidisastro mengatakan, keberadaan Monumen Perjuangan Soekarno menjadi penting karena Bung Karno menemukan ideologi Marhaenisme di Kota Bandung.

"Kalau kita bicara Bung Karno, kita pahami alur pikirnya. Bung Karno adalah sosok humanis, penuh kesadaran tinggi. Historis visioner selalu menyentuh sejarah peradaban. Bung Karno seorang analisis ilmiah logic, konsisten, berjiwa besar, karena ini beliau bisa berpikiran besar," kata Andi.

Pamriadi mengatakan, Monumen Perjuangan Sukarno ini nantinya menggambarkan sosok Bung Karno muda yang sedang berdiri dengan satu tangan menunjuk ke atas. Menurutnya, konsep tersebut telah disetujui putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri.

"Kita yakin dengan konsep monumen patung yang lebih muda, lebih terinspirasi bahwa memang perjuangan Bung Karno dari mulai Bandung dan terkenal dengan Indonesia Menggugat hingga jadi presiden di Bandung," ucap Pamriadi.

Pamriadi juga yakin, Monumen Perjuangan Soekarno akan jadi sebuah karya yang baik dan bisa membanggakan warga Jabar dan Indonesia. Saat ini, ia mengaku sedang mengajukan izin kepada Pemda Provinsi Jabar untuk menggunakan area GOR Saparua sebagai lokasi monumen.

"Sekarang sedang mengajukan ke Pemprov Jabar untuk kita meminta di GOR Saparua Bandung. Jadi monumen ini sebagai ikon baru untuk jadi destinasi wisata sejarah," ucap Pamriadi.

Diskusi ini juga menampilkan konsep Monumen Perjuangan Soekarno yang bakal dibangun di GOR Saparua, Kota Bandung, oleh seorang seniman bernama Dunadi. Rencananya monumen tersebut akan dibangun setinggi 22 meter.

"Monumen ini menggambarkan sosok Bung Karno saat berusia 22 tahun. Patungnya kita buat ketinggian 15 meter lebih dengan fondasi 20 meter," kata Dunadi.

Dunadi menambahkan, berbeda dengan di Magelang dan Semarang, monumen yang akan dibuat di Kota Bandung memperlihatkan sosok Bung Karno yang sangat luar biasa energik dan memberi semangat muda.

"Selama ini patung Bung Karno itu menggambarkan sosok Soekarno setelah menjadi presiden. Nah, ini patung ini menggambarkan sebelum Bung Karno menjadi presiden, masih memperjuangkan Indonesia," kata Dunadi.

Sementara itu, M. Syaban Hanif menyatakan dukungannya terhadap pembangunan monumen Bung Karno karena sang proklamator itu selama 13 tahun berjuang di Bandung, dari 1921-1934.

"Monumen seperti apapun tidak akan sebanding dengan jasa Sukarno, meski ini terlambat dilakukan," tuturnya.

Baca Lainnya