Selasa, 31 Juli 2018 19:08

Pelajar SMA Diajari Cara Berkendara Aman

Reporter : Fery Bangkit 
Siswa SMK 1 Cimahi, Devi Alam (17) yang melakukan uji coba safety riding.
Siswa SMK 1 Cimahi, Devi Alam (17) yang melakukan uji coba safety riding. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Sekitar 100 Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Cimahi mendapatkan sosialisasi dan praktik cara berkendara yang aman (Safety Riding) di Selasar Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Selasa (31/7/2018).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi mengatakan, dengan adanya sosialsiasi ini, diharapkan pelajar bisa menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas. Tujuannya, untuk meminimalisir angka kecelakaan yang melibatkan anak dibawah umur, khusunya siswa yang kerap membawa kendaraan ke sekolah.

"Sosialisasi ini di harapan para pelajar tidak melanggar lalulintas agar tidak semakin banyak pelajar yang terlibat kecelakaan dan bisa menjadi pelopor keselamatan berlalulintas kepada teman maupun keluarganya," katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, Dishub Kota Cimahi bekerjasama dengan aparat kepolisian Polres Cimahi untuk memaparkan terkait prosedur keselamatan berkendara.

"Materi yang dipaparkan dalam kegiatan ini mengenai aspek aturan rambu marka, kalau pak polisi berkaitan dengan aspek edukasi yang berkaitan dengan penegakan hukum," katanya.

Setelah mengikuti sosialisasi, para pelajar tersebut melakukan uji coba di lintasan simulasi safety riding dengan didampingi petugas dari Dinas Perhubungan Kota Cimahi.

Menurut Ruswanto, sosialisasi safety riding tersebut agar para pelajar SMA bisa menerapkan budaya tertib dalam berlalulintas, khususnya saat membawa kendaraan ke sekolah.

"Caranya dengan kami memfasilitasi zona aman selamat bersekolah. Harapan kami itu bisa dimanfaatkan sehingga kami melibatkan aparat kepolisian," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga melibatkan pihak ketiga yakni produsen kendaraan bermotor untuk mendukung zona aman selamat bersekolah karena produsen kendaraan itu yang memiliki fasilitasnya.

"Karena sekarang ada simulasinya dan bantuannya dalam upaya mendukung keselamatan dalam berkendara dan hal itu saat ini ada edukasinya," katanya.

Menurut Ruswanto, hal tersebut untuk mengimplementasikan undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Baca Lainnya