Jumat, 25 Oktober 2019 14:42

Pekerja Asing KCIC tak Terdata di Disnaker Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
tim pusat labolatorium forensik puslabfor mabes polri melakukan olah tempat kejadian perkara tkp di lokasi kebakaran pipa pt pertamina
tim pusat labolatorium forensik puslabfor mabes polri melakukan olah tempat kejadian perkara tkp di lokasi kebakaran pipa pt pertamina [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi mengakui, Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja pada proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tidak ada dalam daftar pihaknya. Sebab, itu menjadi kewenangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala Disnakertrans Kota Cimahi, Herry Zaini mengatakan, data pekerja KCJB milik PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) itu menjadi kewenangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebab melintasi beberapa wilayah. Seperti Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Bandung.

"Pengawasan juga oleh Dinas Ketenagakerjaan Provinsi (Jawa Barat) karena dewan pengawas semua ditarik ke provinsi," jelasnya saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Jumat (25/10/2019).

Namun dengan adanya peristiwa kebakaran pada proyek KCJB di Kampung Mancong RT 02/01 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi tiga hari lalu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan PT KCIC maupun PT CREC sebagai sub kontraktor proyek KCJB.

Seperti diketahui, satu orang TKA asal China tewas dalam peristiwa kebakaran pipa PT Pertamina akibat tersentuh pengeboran proyek jalur KCJB. Pihaknya meminta agar KCIC segera memberikan data jumlah pekerjanya. "Kemarin kami panggil PT CREC untuk koordinasi jumlah dan sebagainya. Secapatnya kami minta itu," tegasnya.

Sebetulnya, klaim Herry pihaknya sudah jauh-jauh hari berkomunikasi dengan pihak PT KCIC di Jakarta. Namun sebab proyek tersebut berada di beberapa wilayah di Jawa Barat, maka seluruh datanya berada di Provinsi Jawa Barat. Dengan adanya peristiwa kebakaran kemarin, pihaknya menyatakan akan lebih proaktif berkoordinasi soal tenaga kerja yang bekerja di proyek KCJB. Termasuk melakukan pengawasan.

"Saat sekarang kami lebih proaktif yah dengan kejadian itu. Kita berkoordinasi karena bagaimanapun juga warga asing apabila dia dalan satu wilayah dan ada di Cimahi, perpanjangnya wajib ke Cimahi karena sudah punya aturan kita," pungkasnya. 

 

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer