Selasa, 28 November 2017 9:24

Pedagang Pasar Panorama Lembang Terbelah, Minta Uang Kembali dan Tetap Berjualan

Reporter : Jumadi Kusuma
Pasar Panorama Lembang, KBB.
Pasar Panorama Lembang, KBB. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Pedagang Pasar Panorama Lembang meminta pengembang PT. Bangunbina Persada untuk mengembalikan uang mereka yang dipakai mencicil kios, karena permasalah tanah Sengketa.

Diketahui, pada 31 Oktober, Pengadilan Tinggi Jawa Barat telah memenangkan gugatan ahli waris mengalahkan Pemerintah bernomor: 365/PDT/2017/PT.Bdg. PT Bangun bina Persada sendiri merupakan pengembang pembangunan proyek pasar.

Ketua Ikappi Kabupaten Bandung Barat, Armamento Zebua Barani mengungkapkan, para pedagang resah dan was-was dengan adanya putusan tersebut. Sehingga, mereka meminta agar pengembang segera mengembalikan uang yang sudah dibayarkan untuk melunasi kios.

"Dengan putusan tersebut, para pedagang khawatir. Pengembang nanti kabur dan uang mereka akan hilang," ujarnya.

Ia menuturkan, jika para pedagang tetap membayarkan uang cicilan atau pelunasan pembayaran kios. Maka hal tersebut adalah kesalahan. Sebab katanya, berdasarkan peraturan yang ada, lahan yang tengah berada dalam sengketa tidak boleh ada aktivitas jual beli.

"Kami juga takut kalau nanti tetap membayar maka akan jadi tersangka karena status tanahnya masih bersengketa," ungkapnya.

Menurutnya, adanya jaminan dari PT Bangunbina Persada dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang akan bertanggungjawab terhadap permasalahan tersebut dianggap tidak memberikan kepastian dan rasa tenang bagi pedagang.

"Kami para pedagang ragu, kalau pemda kalah lagi (ditingkat kasasi) gimana," ujarnya. Katanya, pihaknya menginginkan agar uang milik mereka selamat sehingga meminta untuk dikembalikan.

Namun, sebagian pedagang lainnya yang tergabung dalam paguyuban Pedagang Pasar Panorama Lembang menginginkan agar pembangunan yang kini sudah mencapai 93 persen untuk terus dilanjutkan. Termasuk pembayaran cicilan atau akan melunasi bangunan kios untuk diteruskan.

Ketua Paguyuban, Awin yang sehari-hari berjualan kue mengungkapkan meski saat ini tanah Pasar Lembang tengah bersengketa. Sebagian para pedagang ingin segera mengisi kios baru tersebut. Saat ini, pihaknya merasa nyaman nyaman saja dan tidak mempermasalahkan terkait sengketa.

Sementara itu seperti diketahui, Saat ini, progres pembangunan pasar Panorama oleh pengembang PT Binabangun Persada sudah mencapai 93 %. Ditargetkan, pada akhir tahun ini seluruh pedagang sudah menempati kiosnya masing-masing.

"Tanggal 20 Desember nanti, kita sebar surat edarkan supaya pedagang mulai berbenah. Pemda sudah mengkaji bahwa pasar sudah layak dijadikan tempat berdagang," terang Dirut PT Binabangun Persada, Engkus Kusnadi.

Terkait lepasnya aset lahan Pasar Panorama dari tangan Pemkab Bandung Barat, Engkus mengaku tidak sampai mengganggu progres pembangunan. Dari sekitar 2 ribu pedagang yang akan menempati pasar, hampir semuanya telah menyetorkan angsuran sesuai dengan luas bangunan yang dipesan.

"Dijamin pembangunan akan tetap berjalan, putusan apapun, saya tidak akan kabur, kami tetap bertanggung jawab. Jadi pedagang tidak perlu risau dan khawatir," lanjutnya. (jk)*

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Ummmm

28 November 2017 11:22 Balas