Kamis, 22 Februari 2018 15:24

Patuh UU, PT KAI Tetap akan Tutup Perlintasan Ilegal di Cigugur

Reporter : Fery Bangkit 
Perlintasan Ilegal Di RT 05/10 Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi Akhirnya Ditutup.
Perlintasan Ilegal Di RT 05/10 Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi Akhirnya Ditutup. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Humas PT KAI Daop II Bandung Joni Martinus menegaskan, pihaknya tetap mendorong penutupan perlintasan sebidang. Apalagi, perlintasan ilegal yang dibangun warga.

Pasalnya, berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pasalnya, perlintasan kereta api harus steril dari berbagai aktifitas masyarakat.

"Selama perlintasan tersebut dinilai membahayakan  perjalanan kereta api maka PT KAI tentu akan tetap mendorong agar perlintasan tidak resmi itu tetap ditutup," ujar Joni Martinus melaui pesan singkat, Kamis (23/2/2018).

Sebelumnya, petisi penolakan penutupan perlintasan ilegal terjadi di perlintsan di RT 5/10, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Perlintasan itu ditutup pada Rabu (21/2/2018) sekitar pukul 12.00 WIB.

Namun warga setempat kembali membongkarnya, Kamis (23/2/2018) sekitar pukul 08.00 WIB karena perlintasan tersebut merupakan akses utama warga di sekitar Cigugur Tengah yang dibangun melalui swadaya warga sekitar tahun 1993-an.

Ia mengatakan, total perlintasan ilegal di wilayah PT KAI Daop II Bandung ada 361, sementara di Kota Cimahi hanya ada dua yakni di perlintasan Padasuka dan Cigugur.

Namun kata dia, kewenangan penutupan perlintasan tersebut untuk di Kabupaten atau Kota ada pada Bupati atau Walikota maupun Dinas Perhubungan.

"Untuk Kabupaten atau Kota kewenangannya ada pada Bupati atau Walikota maupun Dishub," katanya.