Rabu, 3 Oktober 2018 11:45

Parah! Ratusan Perusahaan di Cimahi Belum Daftarkan Pekerjanya ke BPJS

Reporter : Fery Bangkit 
Aksi buruh cimahi
Aksi buruh cimahi [istimewa]

Limawaktu.id - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi mengakui, belum seluruhnya perusahaan di Kota Cimahi mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

Dari catatan Disnakertrans Kota Cimahi, tercatat hingga tahun 2016 jumah Buruh yang belum terdaftarkan mencapai 19.844 pekerja, dari total pekerja yang mencapai  83.085 pekerja.

Baca Juga : Penjelasan BPJS Cabang Cimahi Penunggakan Pembayaran ke Rumah Sakit Cimahi-KBB

"Jadi, sampai tahun 2016 itu yang sudah tercover BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan itu sudah 63.241 orang," terang Kepala Seksi Syarat Kerja dan Jamsos pada Disnakertrans Kota Cimahi, Hendi Purwandi saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Rabu (3/10/2018).

Jumlah pekerja itu dihimpun dari total sekitar 593 perusahaan yang terdiri dari
Jumlah perusahaan di Kota Cimahi 275 perusahaan mikro, 97 perusahaan kecil, 89 perusahaan sedang dan 132 perusahaan perusahaan besar.

Baca Juga : Dampak Tunggakan BPJS Kesehatan Terhadap Puskemas di Cimahi

"Kalau jumlah perusahaanya pada 2016 itu sudah 471 yang bekerja sama dengan BPJS. Yang belum itu 122 perusahaan," ungkap Hendi.

Menurut Hendi, alasan perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya ke dalam BPJS Kesehatan dan Pekerjaan dikarenakan kondisi keuangan perusahaan yang belum memungkinkan.

"Alasannya macem-macem. Rata-rata memang kemampuan perusahaan secara finansial ada yang belum sanggup," jelasnya.

Namun, lanjut Hendi, pihaknya tidak tinggal diam atau membiarkan perusahaan. Disnakertrans terus mengupayakan agar perusahaan segera pendaftarkan pekerjanya. Upaya yang dilakukan di antaranya itu dengan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh perusahaan.

"Dinas selalu mengingatkan bahwa perusahaan itu menurut aturan diawajibkan mendafratkan si penerima kerja ke BPJS," ujar Hendi.

Terkait sanksi pun, pihaknya selalu mengingatkan para perusahaan. Terlebih lagi, ada sanksi yang diberlakukan jika perusahaan tak mendaftarkan pekerjanya.

"Dinas pasti akan selalu mengingatkan, akan selalu, mengkomunikasikan, ini loh ada aturan yang harus dipenuhi," tandasnya.

Baca Lainnya