Selasa, 22 September 2020 12:41

Para Driver Online di Jabar Merasa Dirugikan Mitranya Sendiri

Reporter : Fery Bangkit 
Gojek Indonesia
Gojek Indonesia [Foto Istimewa]

Bandung - Berbagai komunitas driver online individu yang tergabung dalam Gerakan Revolusi Serentak (Gertak) Jawa Barat melayangkan protes terhadap kebijakan aplikator yang dianggap merugikan para driver online.

Mereka menilai, banyak kebijakan dari aplikator yang merugikan driver online yang notabenenya sebagai mitra. Dengan demikian, semakin lama eksistensi dan hak-hak yang diperoleh mitra dalam bekerja kian terpinggirkan.

Reza Fauzia Rachman dari Aurora Law Office & Partners selaku kuasa hukum Gertak Jabar menyatakan, para driver online meminta perhatian dari Pemprov Jabar dan DPRD Jabar. Mereka berharap atensi para driver online bisa diterima.

"Poinnya adalah kemitraan antara aplikator dan driver tidak balance dan cendrung merugikan driver, itu yang dipersoalkan," kata Reza di Cimahi, Selasa (22/9/2020).

Dia menjelaskan, total ada sebanyak 13 poin yang akan disampaikan ke DPRD Jabar dan Pemprov Jabar. Hal itu merupakan aspirasi dari berbagai komunitas driver online.

Di antaranya ialah soal penyesuaian tarif batas atas dan batas bawah, maping order tidak relevan, masalah penonaktifan (suspend), dan perekrutan mitra baru yang tidak transparan.

Semua, kata Reza, cenderung merugikan mitra atau driver, dan tidak sesuai dengan partnership agreement. Oleh karena itu, Gertak muncul untuk menyuarakan aspirasi tersebut.

Pasalnya, mereka memiliki kewenangan untuk meminta pihak aplikator, yakni PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) untuk membuat sistem kemitraan yang menyejahterakan semua pihak.

"Harapannya ada keterlibatan eksekutif dan legislatif agar tercipta regulasi yang sehat sesuai dengan azas kemitraan dan bisnis transportasi," tuturnya.

Juru Bicara Gertak Dani Kuncen menilai, sistem yang dibuat aplikator sekarang ini sangat merugikan driver. Aspirasi pun sudah disampaikan beberapa kali ke pihak aplikator, namun tidak pernah ditanggapi.

Oleh karena itu, jalan audiensi dengan DPRD dan Gubernur Jabar diharapkan perjuangan komunitas driver online ini bisa berujung kepada terciptanya kemitraan yang positif.

"Fakta di lapangan kemitraan ini di kuasai aplikator, terima silahkan tidak juga gak masalah. Semestinya tidak begitu, karena azas kemitraan adalah semua pihak sejahtera," katanya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer