Kamis, 16 Agustus 2018 11:35

Pantau Hewan Qurban di 16 Kecamatan, Pemkab Bandung Barat Kerahkan 75 Petugas Kesehatan

Reporter : Fery Bangkit 
Rachmat Suryadji, Sekretaris Dinas Perikanan dan Peternakan KBB
Rachmat Suryadji, Sekretaris Dinas Perikanan dan Peternakan KBB [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Sebanyak 75 petugas kesehatan dari Puskeswan Kabupaten Bandung Barat untuk memeriksa hewan qurban jelang Idul Adha 1439 Hijriyah.

yang terdiri dari dokter hewan, paramedis, dan kader keswan itu akan dimulai sebelum pemotongan atau dari H-7 sampai H+3.

"Tim mereka akan disebar ke sejumlah tempat untuk memonitoring kesehatan hewan kurban. Pengawasan yang dilakukan oleh tim m Puskeswan itu diturunkan guna memastikan hewan kurban layak disembelih dan dagingnya aman dikonsumsi," kata Sekretaris Dinas Perikanan dan Peternakan, KBB, Rachmat Suryadji, Kamis (16/8/2018).

Menurutnya Tim Puskeswan itu sudah dikukuhkan oleh Penjabatj (Pj) Gubernur Jabar Mochamad Iriawan di provinsi beberapa waktu lalu. Mereka adalah petugas yang berada di posko kesehatan di Kecamatan Gununghalu, Cisarua, dan Kecamatan Lembang. Nantinya sebaran petugas tersebut akan mempertimbangkan daerah mana yang banyak terdapat hewan kurban.

Terkait jumlah hewan kurban tahun ini, dirinya memprediksi akan ada kenaikan sekitar 10% dibandingkan tahun lalu. Hal itu melihat dari trend pasar dimana untuk hewan kurban jenis sapi mengalami kenaikan sedangkan untuk domba turun. Biasanya yang paling banyak lokasi pemotongan untuk hewan kurban terdapat di Padalarang, Ngamprah, Batujajar, Parongpong, dan Lembang. Sementara sentra hewan kurban paling banyak di wilayah selatan KBB.

"Selain kenaikan hewan kurban, kami juga mencatat ada kenaikan lapak penjual. Seperti pada 2014 ada 337 lapak, 2015 ada 261, 2016 ada 363, dan 2017 ada 464 lapak, sehingga tahun ini juga pasti ada kenaikan," bebernya.

Berdasarkan data tahun lalu hewan kurban yang diperiksa untuk sapi ada 3.452, kerbau 45, domba 7.495, dan kambing 161 ekor. Yang dinyatakan sehat sapi 3.176 ekor, kerbau 45, domba 6.653, dan kambing 133, sementara yang sakit dan tidak layak dikurbankan sapi 276 ekor, domba 842, dan kambing 28 ekor. Sementara pada tahun 2016 sapi yang diperiksa 2.657 ekor, kerbau 22, domba 5.815, kambing 67, yang sehat sapi 2.570, kerbau 22, domba 4.807, dan kambing 59 ekor.

Selain itu, pihaknya sudah melakukan sosialisasi hewan kurban kepada 300 peserta yang terdiri dari unsur DKM, PKK, tokoh agama dari MUI, Kemenag, dan dari dinas. Termasuk menyiapkan 15.000 label sehat. Hal ini untuk memastikan karena ada hewan kurban yang didatangkan dari luar KBB seperti dari Jawa Tengah. Mereka harus melampirkan surat keterangan hewan sehat agar hewan yang dikirim bisa masuk.

Baca Lainnya