Kamis, 12 Juli 2018 18:44

Pangdam III Siliwangi Kritik Sistem Rayon BPJS Kesehatan, ini Alasannya

Reporter : Fery Bangkit 
Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Besar Harto Karyawan.
Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Besar Harto Karyawan. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Sistem birokrasi bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan

Hal tersebut diungkapkan Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Besar Harto Karyawan saat memantau pembangunan gedung baru dan kelengkapan fasilitas kesehatan di RS Dustira, Kota Cimahi, Kamis (12/7/2018).

"Khusus untuk birokrasi sistem perawatan di TNI dengan adanya BPJS kesehatan ini kami sedikit dirugikan," ucapnya.

Dia menjelaskan, BPJS membuat rujukan pelayanan kesehatan sistem Rayon sehingga seperti mengkotak-kotakan. Padahal di militer tidak mengenal sistem rayon tapi sistem kesehatannya adalah sistem rujukan. Mulai dari Batalion, Kodim, hingga tingkatan rumah sakit yang memiliki peralatan dan fasilitas lebih lengkap. Hal tersebut perlu diluruskan karena akan merugikan institusi TNI sendiri.

Melalui sistem rayon tersebut, ketika rumah sakit militer memiliki fasilitas yang bagus dan mencukupi tapi karena ada batasan koridor BPJS maka jadi terbelenggu.

Pasalnya militer ketika akan memeriksakan kesehatan tidak bisa ke rayon lain. Ini yang perlu disuarakan dan disampaikan sehingga ada titik temu agar militer tidak dirugikan. Artinya  dengan fasilitas yang lebih, masyarakat juga tetap terlayani dan militer juga tercover.

Sejauh ini sistem rujukan di militer ada tersendiri dan khusus yang selama ini sudah berjalan di lingkungan TNI. Sistem rujukan berjalan namun sistem administrasi penunjang tidak bisa melakukan klaim ke BPJS ketika melakukan rujukan seperti di TNI ini. Jika dulu militer membawa surat dari PPK satu  untuk dirujuk ke rumah sakit tapi sekarang tidak bisa karena sistemnya online.

"Kita dikotak-kotak, dibelenggu, diikat dengan sistem online. Tapi ketika sudah mendaftar online, namanya tidak ada karena sudah masuk kotak dalam rayon tertentu," tuturnya. 

Pada kesempatan kunjungannya tersebut Pangdam yang didampingi Kakesdam III/Slw Kolonel Ckm Dr. Purwo Setyanto, SpB, dan Karumkit RS Dustira Kolonel Ckm Dr Agus Ridho Utama, Sp.THT-Klin juga meletakan batu pertama pembangunan Ruang Stroke Center yang didanai dari dana murni PNBP. Gedung Stroke Center ini khusus menangani kasus stroke dan terdiri dari 12 tempat tidur yang terbagi ruang VIP, isolasi, dan pasien.

Baca Lainnya