Kamis, 15 Juli 2021 16:43

Pandemi Covid-19, Desa Tegalgubug Cirebon Mengkhawatirkan.

Reporter : Saiful Huda Ems (SHE)
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady [net]

Limawaktu.id,- Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady mengatakan, Dalam kondisi PPKM darurat sekarang ini, masyarakat mengalami kesulitan untuk mengisi tabung oksigen karena sering kehabisan di tempat pengisian dan juga Rumah Sakit penuh. 
 
Menurutnya, kondisi Desa Tegalgubug yang dilanda wabah pandemi covid-19 di Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Kecamatan ini terkenal karena adanya Pasar Tegalgubug yang merupakan pasar tradisional bahan tekstil terbesar se-Asia Tenggara.
 
Selain itu, masih banyak anggota masyarakat yang tidak menaati protokol kesehatan. Banyak pasien isolasi mandiri yang tidak taat, masih keluyuran sehingga menambah penularan.

 “Dengan bertumpuknya warga terpapar, puskesmas pun menjadi sibuk,” terangnya, Kamis (15/7/2021). 
 
Daddy menambahkan, Di sisi lain, merujuk ke rumah sakit menjadi sulit karena rumah sakit pun sudah penuh. Kasihan jika yang terpapar adalah ibu hamil yang akan melahirkan dan membutuhkan bantuan khusus. Padahal, hasil tes antigen mereka reaktif atau PCR-nya positif.
 
“Saya berharap semuanya agar dapat mentaati protokol kesehatan agar pandemi cepat terhenti sehingga Ibu Pertiwi termasuk Tegalgubug bisa tersenyum kembali,” pungkasnya.
 

 

 

Baca Lainnya