Sabtu, 20 Juli 2019 12:51

Padahal Rumahnya Dekat Kantor Bupati, Tapi. . . . . . .

Reporter : Fery Bangkit 
Bantuan dari real action Bandung untuk rusmana.
Bantuan dari real action Bandung untuk rusmana. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Rusmana (17), hanya bisa terbaring di rumahnya, Kampung Cijamil, RT 03/06, Desa Ngamprah, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Anak pertama dari pasangan Ujang Supriatna dan Sanariah menderita tumor ganas di kepala hingga menjalar ke mata dan leher. Sudah setengah tahun penyakit itu diderita Rusmana.

Kondisi yang dialami Rusmana sangat miris. Sebab, ia belum mendapat jaminan fasilitas kesehatan. Padahal, rumah Rusmana hanya berjarak 1,5 km dari komplek perkantoran Bupati Bandung Barat di Ngamprah.

Menurut kelompok relawan kemanusiaan, Real Action Bandung yang telah menjenguk Rusmana, awalnya Rusmana merasakan ada benjolan kecil atau bengkak di lehernya. Setelah dipijat dan dibawa berobat ke puskesmas, benjolan itu hilang atau kempis.

"Tetapi, setelah itu banyak bentolan dan nanah di tubuhnya. Kemudian ada pembengkakan lagi di sekitar leher kanan yang menjalar ke leher bagian kiri dan semakin membesar," kata Egi, perwakilan Real Action Bandung, kemarin.

Bahkan, kata dia, penyakit itu menjalar ke kepala hingga bola mata kanannya nyaris menyembul keluar dan menyebabkan penglihatannya hilang, pendengarannya kurang, berat badannya pun turun menjadi hanya 36 kilogram.

"Sampai detik ini belum ada pengobatan atau langkah apa yang harus diambil karena harus menunggu hasil CT scan. Rusmana sudah punya BPJS untuk bahan rujukan CT scan di RS Hasan Sadikin," ujarnya.

Berdasarkan cek hasil laboratorium yang sebelumnya pernah diperiksa, Rusmana memiliki riwayat penyakit tumor ganas yang menjalar di tubuhnya. Dia mengatakan, Sanariah bercerita jika harta benda di rumah sudah habis dijual untuk mengobati anaknya ini.

"Kami sempat bertanya kepada Sanariah, apakah sudah ada bantuan? Dia mengaku belum ada, justru yang pertama kali memberikan bantuan adalah kami," tuturnya.

Kepada Real Action Bandung, sang ibu meminta sedikit bantuan agar anaknya lebih gampang diobati. Sebab, suatu saat ketika membawa Rusmana ke RS Hasan Sadikin, ia harus dibawa naik kereta api.

Saat tiba di Stasiun Bandung, Sanariah terpaksa harus menggendong Rusmana karena angkutan kota tidak bisa masuk stasiun. Sedangkan untuk naik angkutan online, Sanariah tidak memiliki cukup uang.

"Dia berharap ada yang memperhatikan nasib anaknya. Rusmana ini rumahnya dekat sekali dengan kantor Bupati Bandung Barat, hanya 2 menit naik motor, semoga pemerintahan bisa membantu Rusmana dengan memberikan ambulance gratis, untuk pulang pergi berobat ke RS Hasan Sadikin," bebernya.

Kendati telah memberikan bantuan, tapi karena penyakit yang dideritanya sangat parah, Real Action Bandung akan melakukan penggalangan sumbangan hingga Sabtu, 20 Juli 2019.

"Lantaran sakitnya yang diderita, Rusmana terpaksa berhenti sekolah selama 6 bulan. Harusnya ia sekarang duduk di kelas 3 SMK," tandasnya.

Baca Lainnya