Selasa, 25 Agustus 2020 13:01

PAD KBB Terpukul Karena Covid-19, Aa Umbara: Setengahnya Saja Sudah Bagus

Reporter : Fery Bangkit 
Salah Satu Tempat Wisata di KBB
Salah Satu Tempat Wisata di KBB [Foto Istimewa]

Bandung Barat - Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna menyebutkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini diperkirakan terpuruk akibat pandemi virus korona atau Covid-19. Menurutnya, sudah bagus apabila pada tahun ini Pemkab Bandung Barat bisa mendapatkan PAD setengah dari yang ditargetkan.

Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), pada 2020 ini target pajak dari sektor PAD I sebesar Rp 165 miliar. Sektor PAD I itu di antaranya meliputi pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan.

"PAD sudah pasti menurun. Sekarang itu mudah-mudahan bisa tercapai 50-60 persen (dari target PAD), itu sudah bagus. Kalau PAD, sudah jelas drastis penurunannya," kata Umbara, Selasa (24/8/2020).

Menurut dia, pandemi Covid-19 yang sempat melumpuhkan sektor pariwisata turut berpengaruh terhadap PAD. Namun saat ini sektor pariwisata di Bandung Barat sudah mulai hidup kembali.

"Pengaruh (ke PAD), kalau wisata menurun. Sekarang pariwisata sudah mending. Tekstil yang akan lebih banyak terdampak, pasarnya tidak ada, ini yang lebih terpengaruh," beber Aa Umbara.

Geliat pariwisata di Lembang dan sekitarnya dalam sebulan terakhir ini, terang dia, juga menghidupkan kembali para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Akan tetapi, baru sebatas UMKM yang terkait dengan pariwisata.

Aa Umbara menekankan, pembukaan tempat wisata mesti diikuti dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Termasuk di antaranya dengan membatasi jumlah pengunjung.

Para pemilik tempat wisata, kata dia, juga telah berkomitmen untuk penerapan protokol kesehatan. Meski, di sisi lain, harus mengorbankan potensi keuntungan

"Kami biasa 20 hari sekali rapat dengan para owner wisata, supaya protokol kesehatan itu tetap dijaga. Kalau belum maksimal (menerima pengunjung), benar juga," kata Umbara.

Meskipun sektor pariwisata terkena dampak pandemi Covid-19, Umbara mengaku belum tahu apakah akan membuat kebijakan pengurangan pajak atau tidak.

"Kami lihat lagi nanti, sesudah kami kumpulkan BPKD. Nanti bagaimana kondisinya, pemasukan PAD seperti apa, kami evaluasi. Kita lihat saja, potensinya dari mana," tandasnya.

Baca Lainnya