Senin, 30 April 2018 19:24

Pabrik Baru di Cimahi Terciduk Buang Limbah ke Aliran Sungai Citarum

Reporter : Fery Bangkit 
Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum kembali menemukan pabrik di Kota Cimahi yang membuang limbah ke aliran Sungai Citarum pada Senin (30/4/2018).
Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum kembali menemukan pabrik di Kota Cimahi yang membuang limbah ke aliran Sungai Citarum pada Senin (30/4/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Satuan Tugas (Satgas) citarum Harum kembali menemukan pabrik di Kota cimahi yang membuang limbah ke aliran Sungai Citarum pada Senin (30/4/2018).

Kali ini, giliran PT Sukses Investasi Anugerah Propertindo (SIAP) di Jalan Nanjung, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi yang 'terciduk'.

Baca Juga : Kasus Sungai Memerah, Satreskrim Polres Cimahi Tunggu Hasil Uji Lab DLH Kota Cimahi

Pabrik yang bergerak pada industri pencelupan itu merupakan perusahaan yang baru saja diresmikan pada Februari lalu.

Sebelumnya, Sabtu (28/4/2018) Satgas Citarum Harum juga menemukan perusahaan yang membuang air limbah ke aliran sungai Cimahi, yakni PT Nisshinbo Indonesia yang berlokasi di Jalan Nanjung, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Baca Juga : Derita Tiada Akhir Warga Cimahi Selatan dari Polusi Limbah Batu Bara

Komandan Sektor 21, Kolonel Infanteri Yusep Sudrajat mengatakan, akibat pembuangan air limbah dari PT SIAP ke aliran sungai Cimahi itu, aliran air sungai tersebut airnya berwarna cokelat.

"Sama seperti pabrik-pabrik yang lain menyebabkan airnya dari sungai Cimahi itu berwarna cokelat," ujar Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (30/4/2018).

Baca Juga : DPRD Janji Pertemukan Warga dengan Pihak Pabrik

Padahal pabrik tersebut, kata Yusep, memiliki instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), namun alat tersebut tidak berfungsi secara maksimal.

"Kebanyakan pabrik di Cimahi itu memang memiliki IPAL tapi tidak berfungsi maksimal," katanya.

Baca Juga : Pemkot Cimahi Selalu Kecolongan Soal Pembuangan Limbah Pabrik ke Sungai

Sehingga, kata dia, dengan tidak berfungsinya IPAL secara maksimal milik sejumlah pabrik di Kota Cimahi termasuk PT SIAP, air limbahnya mencemari aliran sungai.

Atas hal tersebut, Satgas Citarum harus mengambil dokumen, sampel air limbah dari PT SIAP dan melaporkannya ke komando atas.

"Tadi kita belum bisa masuk ke dalam pabrik karena bisa membahayakan kesehatan dan keselamatan anggota," pungkasnya.

Baca Lainnya