Rabu, 4 Juli 2018 23:40

Organda KBB Desak Pemda KBB Segera Buka Dua Trayek ini

Reporter : Fery Bangkit 
Ketua DPC Organda KBB, Asep Dedi Setiawan.
Ketua DPC Organda KBB, Asep Dedi Setiawan. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bandung Barat (kbb) mendesak Dinas Perhubungan segera membuka dua trayek baru. Keduanya adalah Cimareme-Ngamprah dan Gunung Bentang-Saguling.

Ketua DPC Organda KBB, Asep Dedi Setiawan mengatakan, sebetulnya usulan pembukaan dua trayek tersebut sudah diusulkan sejak tiga tahun lalu. Namun, hingga kini belum ada realisasi dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Padahal menurut Asep, kebutuhan transportasi umum ke masyarakat di KBB seperti ke kawasan kompleks pemda di Mekarsari, Ngamprah, dan wilayah selatan potensinya masih sangat terbuka karena belum tergarap maksimal.

"Ada dua trayek yang jadi prioritas kami dan sudah diusulkan ke Pemda KBB melalui Dinas Perhubungan. Namun sudah tiga tahun usulan trayek itu tidak turun-turun," ungkap Asep Dedi Setiawan yang ditemui usai Muscab Organda KBB di Batujajar, Rabu (4/7/2018).

Dikatakannya, dua jalur yang belum tersentuh itu langsung dirasakan langsung masyarakat. Pasalnya, masyarakat yang ingin datang ke kantor Pemda untuk mengurus keperluan harus mengeluarkan biaya mahal karena akses transportasi yang ada adalah angkutan ojeg.

"Bayangkan untuk masyarakat di wilayah selatan jika ingin ke kantor Pemda mereka harus naik ojeg dengan ongkos Rp50.000 padahal kalau naik angkot paling hanya Rp5.000," sebut pria yang akrab disapa Ucok ini.

Menurutnya di dua jalur itu saat ini pengusaha angkutan yang sudah siap 'mengaspalkan' armadanya ada total 50 unit. Untuk rute jalur Cimareme-Ngamprah yang akan dilalui mulai dari Terminal Cimareme lewat Samsat, ke Cilame, Mekarsari, kemudian bisa ke Taman Bunga atau underpas simpang Padalarang, dan kembali ke Cimareme. Sementara jalur Gunung Bentang-Saguling bisa tembus sampai ke Cibenda, Cipongkor.

Pertimbangannya karena di wilayah selatan, angkutan belum menyentuh seluruhnya hingga ke Kecamatan Cipongkor dan Rongga. Sementara jalur eksisting yang ada di selatan baru Batujajar-Cililin dan Cililin-Gununghalu-Cipongkor. Padahal berdasarkan kajian pihaknya, infrastruktur jalan-jalan ke selatan sudah cukup baik dan layak dilalui oleh angkutan umum.

"Organda ingin memaksimalkan transportasi publik untuk membantu masyarakat. Namun memang rencana ini kadang terbentur kebijakan di pemerintah daerah yang berlarut-larut," keluhnya.

Baca Lainnya