OPADI di Kota Cimahi dilaksanakan di Kelurahan Melong dan Kelurahan Utama,  Bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat dan Perum Bulog Bandung.
OPADI di Kota Cimahi dilaksanakan di Kelurahan Melong dan Kelurahan Utama, Bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat dan Perum Bulog Bandung. [Diskominfo Kota Cimahi]
News

Operasi Pasar Bersubsidi Salurkan 1086 Paket Sembako di Cimahi

Limawaktu.id, Kota Cimahi – Sebanyak 1086 Paket sembako bersubsidi dialokasikan dan di distribusikan  kepada warga Kota Cimahi melalui Dinas Perdagangan,Koperasi,UKM,dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi melalui Program Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di kantor Kelurahan Melong,Kecamatan Cimahi Selatah,Kota Cimahi.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemkot Cimahi dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam memastikan keterjangkauan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“ OPADI merupakan bagian dari program intervensi pemerintah dalam upaya pengendalian harga kebutuhan pokok di berbagai daerah,” terang Plt.Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi,Iyun Sapta Mulyana, Kamis, 12 Maret 2026.

OPADI di Kota Cimahi dilaksanakan Bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat dan Perum Bulog Bandung.

Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi,Iyun Sapta Mulyana mengatakan  menjelang Idulfitri biasanya terjadi peningkatan permintaan terhadap berbagai kebutuhan pokok yang berpotensi mendorong kenaikan harga di pasar. Karena itu, intervensi pemerintah melalui operasi pasar menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

"Menjelang hari raya keagamaan, harga kebutuhan pokok cenderung meningkat. Program operasi pasar bersubsidi ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok," kata Iyun.

Menurut Iyun, Di Kota Cimahi, paket bahan pokok yang disalurkan dalam program OPADI terdiri atas beras premium 3 kilogram, minyak goreng premium 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan tepung terigu 1 kilogram. Nilai paket tersebut mencapai Rp96.700, namun melalui subsidi pemerintah sebesar Rp56.700, masyarakat hanya perlu membayar Rp40.000 per paket.

Dari total 1.086 paket yang disediakan, sebanyak 543 paket didistribusikan di Kelurahan Melong dan sisanya di Kelurahan Utama. Pemerintah Kota Cimahi memastikan proses distribusi dilakukan secara tertib dan tepat sasaran melalui mekanisme pendataan warga di tingkat kelurahan dan RW.

Iyun juga mengapresiasi inovasi yang dilakukan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Cimahi yang menerapkan sistem distribusi "by order" melalui jejaring kewilayahan. Mekanisme tersebut dinilai mampu menghindari antrean panjang serta meminimalkan potensi kerumunan warga saat pengambilan paket.

"Pendataan melalui kelurahan dan RW membuat distribusi bantuan lebih tertib, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan kerumunan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Nining Yuliastiani, menjelaskan operasi pasar bersubsidi merupakan bagian dari rangkaian program pengendalian inflasi daerah yang dilaksanakan secara serentak di 27 kabupaten/kota.

Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan sebanyak 94.391 paket bahan pokok dalam program OPADI yang didistribusikan selama periode 10 hingga 14 Maret 2026.

"Operasi Pasar Bersubsidi ini merupakan salah satu instrumen intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga pangan. Selain OPADI, kami juga melaksanakan berbagai program stabilisasi lain seperti Gerakan Pangan Murah dan pasar murah," ujarnya.

Program tersebut menyasar masyarakat yang paling terdampak oleh kenaikan harga bahan pokok, terutama kelompok masyarakat pada kategori desil dua dan tiga. Penentuan jumlah paket di setiap daerah juga mempertimbangkan tingkat inflasi daerah, jumlah penduduk yang membutuhkan, serta tren kenaikan harga komoditas pangan di wilayah tersebut.

Melalui berbagai intervensi tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu menjelang Idulfitri.

Pemerintah Kota Cimahi pun berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan dapat terus diperkuat, sehingga masyarakat dapat menjalani bulan Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan lebih tenang dan terbantu secara ekonomi.

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar