Senin, 19 November 2018 11:06

Nunggak Upah, PT Matahari Sentosa Jaya Akhirnya Ditutup!

Reporter : Fery Bangkit 
Sekitar 3.000 Lebih Buruh PT Matahari Sentosa Jaya Menggelar Aksi Sebagai Protes Terhadap Kebijakan Perusahaan.
Sekitar 3.000 Lebih Buruh PT Matahari Sentosa Jaya Menggelar Aksi Sebagai Protes Terhadap Kebijakan Perusahaan. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Setelah beberapa kali menunggak upah karyawan, PT Matahari Sentosa Jaya akhirnya harus menyerah pada keadaan.

Melalui surat pernyataan Nomor:0925/Msj/Lo/XI/2018 yang ditandatangani langsung Direktur Utama PT Matahari Sentosa Jaya, Sung Chung Yao, pabrik yang beralamat di Jln. Joyodikromo Kp. Hujung RT 09/07 Kel. Utama, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi itu menyatakan 'Ditutup'.

Baca Juga : Upah Ditunggak Dua Bulan, Seluruh Sopir Truk Sampah di KBB Mogok Beroperasi

Dalam surat yang beredar, pabrik itu akan ditutup terhitung tanggal 21 November 2018. Dengan begitu, mulai tanggal 21 nanti, tak akan ada aktifitas Produksi lagi di lokasi perusahaan.

Saat dikonfirmasi perihal kebenaran surat tersebut, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek pada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi, Asep Herman membenarkan adanya surat tersebut.

"Iya suratnya betul, sudah kami terima," katanya saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (19/11/2018).

Namun, pihaknya belum mengentahui secara rinci perihal ditutupnya PT Matahari Sentosa Jaya. Sebab, surat itu baru pernyataan sepihak dari perusahaan. Untuk itu, pihaknya akan memanggil perusahaan pada Rabu (21/11/2018). Jika memang benar-benar ditutup karena pailit, tegas Asep, harus ada surat keputusan dari pengadilan.

"Saya akan klarifikasi, ditutupnya karena pailit atau kenapa. Dipanggil hari Rabu," katanya.

Selain perihal penyebab, pihaknya juga akan mempertanyakan nasib sekitar 1.500 karyawannya. "Mau tau statusnya dan hak karyawannya seperti apa," tandasnya.

Sebelumnya, PT Matahari Sentosa Jaya memang diduga tengah mengalami kesulitan finansial. Sebab, beberapa kali mereka tak membayarkan hak karyawannya. Kondisi itu menuai protes karyawan.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer