Selasa, 3 Juli 2018 21:27

'Ngeyel', Dansektor 21 Citarum Harum 'Cor' PT Tri Gunawan di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Satgas Sektor 21 Citarum Harum melakukan penutupan terhadap lubang pembuangan limbah PT Tri Gunawan di Cimahi.
Satgas Sektor 21 Citarum Harum melakukan penutupan terhadap lubang pembuangan limbah PT Tri Gunawan di Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- PT Tri Gunawan, Jalan Mahar Martanegara, Kota cimahi ternyata tak kapok-kapok membuang limbah langsung ke aliran sungai tanpa melalui proses Instalasi Pengolahan Air Limbah (ipal) yang baik.

Karena nakal, akhirnya Satgas Sektor 21 Citarum Harum melakukan penutupan terhadap lubang pembuangan limbah perusahaan tersebut. Penutupan dilakukan dengan cara pengecoran terhadap lubang.

Baca Juga : Dansektor 21 Citarum Harum: Pabrik di Cimahi jangan Kucing-kucingan

Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf. Yusep Sudrajat menjelaskan, alasan penertiban dengan melakukan penutupan terhadap saluran pembuangan air limbah ke selokan, terpaksa dilakukan lantaran pihak yang bersangkutan masih membuang limbah secara sembarangan.

Padahal, PT. Tri Gunawan juga pernah dihentikan sementara izin operasionalnya lantaran melakukan pelanggaran yang serupa.

Baca Juga : Pangdam Siliwangi Tinjau Persiapan Mancing Mania dan Berharap Citarum jadi Serambi Depan

"Sudah saya sampaikan ke manajer untuk tutup lubang. Saat datang ternyata air pembuangan sudah clear, maka saya minta pemilik untuk komitmen bahwa pabrik tidak akan buang limbah secara sembarangan," tegas Yusep saat ditemui di sela-sela kegiatan, Selasa (3/7/2018).

Namun, pihak perusahaan ternyata memang sudah tidak mengindahkan himbauan, lantaran kurang dari satu jam, ternyata di saluran pembuangan muncul lagi air berwarna hitam, yang membuktikan ternyata pengelolaan limbah belum baik.

Baca Juga : Dengan Citarum Harum, Sampah pun Menjadi Bernilai dan Barokah

"Setelah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dikelola dengan baik maka nanti saya akan melihat lagi hasilnya, kalau bagus akan dibuka lagi," terangnya.

Terkait air limbah yang dibuang langsung ke aliran sungai, pihak perusahaan kerap beralasan jika kualitas airnya sudah bagus. Namun menurut Yusep hal tersebut tetap perlu dibuktikan.

Baca Juga : 72.500 Orang Ikuti Mancing Mania Citarum, Pecahkan Rekor Muri

"Teknisi mengklaim sudah bagus. Saya sudah sering masuk pabrik, saya paham bahwa outlet dalam produksi pasti menghasilkan air yang warnanya keruh, tapi di outlet ini seperti air bening yang keluar, saya kira itu bohong," tegasnya.

Dalam melakukan penutupan, apa yang dilakukan Satgas Citarum Harum kerap mengalami hambatan bahkan cekcok dengan pemilik pabrik. Namun hal tersebut tak sampai mengendurkan niatan untuk melakukan penertiban.

Baca Juga : Pangdam Siliwangi berharap Citarum Bersih dalam Dua Tahun

"Kelihatannya pabrik ini juga tidak mau ditutup. Tentu sampai adu argumen. Tapi kita coba jelaskan kondisinya. Sampai sekarang kami sudah menutup saluran di 17 pabrik, dan 7 saluran pabrik sudah kita buka lagi," ucapnya.

Satgas Citarum Harum sendiri telah mengungkap lebih dari 20 pabrik di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung yang membuang limbah pabrik langsung ke aliran Sungai Citarum.

Menurut Yusep, seluruh pabrik yang didatangi dan kedapatan melakukan pelanggaran sudah diberi garis polisi untuk penyidikan dan penyelidikan.

"Pabrik yang membuang limbah ke sungai bisa ditutup ketika sudah ada putusan inkrah dari pengadilan. Jadi kita tunggu saja prosesnya seperti apa," tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna, mengaku sejauh ini masih banyak perusahaan di Kota Cimahi yang berlaku nakal, dengan membuang limbah secara langsung ke sungai tanpa melalui proses IPAL yang baik.

"Saya harap jangan main-main dengan waktu 3 (tiga) bulan yang diberikan. Artinya mereka harus mengoptimalkan IPAL, dan yang belum ada IPAL, harus membuat IPAL sebagai syarat menjalankan industri," ujarnya.

Ditegaskan oleh Ajay, bila dalam rentang waktu tiga bulan intruksi presiden tidak digubris oleh ratusan perusahaan di Kota Cimahi, maka akan ada penindakan hukum yang tegas.

"Kita kan bisa menjatuhkan hukuman pidana, apalagi landasan hukumnya sudah kuat dengan perintah dari presiden langsung," tandasnya.

Baca Lainnya