Limawaktu.id, Kota Cimahi – Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengungkapkan, informasi yang salah dapat berdampak fatal karena bisa memicu fitnah dan perpecahan.
“Berita yang tidak benar bisa memicu fitnah dan perpecahan. Karena itu, pemerintah berkewajiban menjamin dan menyediakan informasi yang benar bagi masyarakat,” Ungkap Ngatiyana, Senin , 4 Agustus 2025.
Untuk mencegah tersebarnya informasi yang salah tersebut, Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya memperkuat transfer informasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Langkah ini dinilai penting untuk wadah menyampaikan program kerja pemerintah kota pada masyarakat, sekaligus menampung aspirasi dari masyarakat.
Menurut Ngatiyana, KIM memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun komunikasi publik yang transparan.
“Transfer informasi yang benar dan akurat harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Selain untuk menangkal informasi yang keliru, KIM juga menjadi sarana menampung aspirasi warga yang akan menjadi bahan pertimbangan kebijakan pemerintah,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi, Hendra Gunawan. Dia menegaskan pentingnya penguatan KIM sebagai garda terdepan komunikasi publik.
“Saat ini, KIM masih berada di tataran kota. Ke depan, kami akan membentuk tim hingga tingkat RT dan RW atau yang kami sebut sebagai clipper, agar informasi pemerintah bisa menjangkau masyarakat hingga ke lapisan terbawah,” jelasnya.
Dia menjelaskan, KIM harus bersikap independen dan netral.
“KIM tidak boleh berpihak pada partai atau kelompok tertentu. KIM bekerja untuk kepentingan Kota Cimahi dan masyarakat,” jelasnya.
Dengan semakin kuatnya posisi KIM sebagai mitra pemerintah, diharapkan mampu menjadi saluran komunikasi interaktif yang efektif, memfasilitasi dialog publik, serta meningkatkan partisipasi warga dalam pembangunan kota.
“Dengan langkah ini, Pemkot Cimahi optimistis sinergi pemerintah dan masyarakat akan semakin kuat dalam menghadapi tantangan informasi di era digital,” pungkasnya.