Rabu, 1 November 2017 14:30

Ngatiyana: Kalau Ada ASN Terlibat Narkoba, Pecat!

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Petugas BNN melakukan test urine ASN Pemkot Cimahi
Petugas BNN melakukan test urine ASN Pemkot Cimahi [limawaktu]

Limawaktu.id, - Sebanyak 468 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan RSUD Cibabat, Satpol PP dan Sekretatiat Dewan (Setwan) DPRD Kota Cimahi mengikuti tes urine, Rabu (1/11/2017) di RSUD Cibabat, Jln. Amir Mahmud.

Sebelum tes urine berlangsung, Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan, bila ASN kedapatan positif menyalahgunakan dan mengedarkan narkotika, maka sanksi pemecatan menanti mereka.

"Apabila ASN terlibat, kita proses secara hukum, kalau perlu dipecat," tegas Ngatiyana, saat ditemui di RSUD Cibabat, Rabu (1/11/2017).

Dikatakannya, tes urine ini merupakan kontrol bagi para ASN agar menghindari penyalahgunaan dan ketrlibataan jaringan narkotka.

"Komitmen kita, jangan sampai ASN terlibat," ucapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Cimahi Harjono menyebutkan, berdasarkan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI, tes urine bagi ASN wajib dilaksanakan.

"Semua PNS (Pegawai Negeri Sipil) wajib tes urine. Nanti laporannnya dalam setahun diserahkan ke Kemendagri," terangnya.

Dikatakannya, untuk tes urine tahun ini, pihaknya sebelummya sudah melaksanakannya khusus di lingkungan kecamatan, kelurahan dan Puskesmas.

"Ini putaran kedua untuk tahun ini. Yang belum itu di Dinas Pendidikan yakni guru. Kemungkinan dilaksanakan dianggaran berikutnya," ujar Harjono.

Untuk pelaksanaan tes urine kali ini, pihaknya harus merogoh uang sekitar Rp 80 juta. "Anggaran per ASN itu sampai Rp 150 ribu, untuk snack, satu buah tespack, " terangnya. (kit)*