Jumat, 12 Maret 2021 10:11

Ngatiyana Akan Tuntaskan Program Prioritas Cimahi Baru

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id,- Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengakui, masih terdapat catatan yang perlu ditingkatkan. Terutama dalam hal penuntasan banjir Melong, pembangunan Universitas Negeri, serta revitalisasi sarana olah raga.

 “Untuk target penyelesaian banjir rencananya akan kami optimalkan, bahkan sudah kolaborasi dengan Pemkab Bandung untuk segera menuntaskan banjir. Kami berusaha cukup fokus mudah-mudahan tahun 2021 ini bisa selesai. Kita akan mengajak Kerjasama antara Pemkab Bandung dan Provinsi untuk meuntaskan hal ini,” katanya.

Sementara, terkait dengan revotalisasi Stadion Sangkuriang, Pemkot Cimahi mendapatkan bantuan dari Pemprov Jabar untuk tahun ini nilainya sebesar Rp Rp. 110 Milliar, sementara itu untuk pembangunan underpass dibantu senilai Rp. 105 Milliar. Dalam pelaksanaannya akan meliobatkan apparat penegak hukum untuk ikut mengawasi pembangunan proyek tersebut.

Beberapa langkah nyatanya adalah dengan meningkatkan kemudahan pengurusan perizinan, memberantas pungutan liar, dan pemberian insentif fiscal kepada kelompok-kelompok usaha yang mampu menyerap banyak tenaga kerja asli asal Kota Cimahi.

 “Untuk menopang langkah-langkah ini, maka saya akan memastikan agar pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) segera diselesaikan sehingga dapat mulai beroperasi sebelum akhir tahun 2021 ini,” jelasnya.

 Menurutnya, Ketiga kecamatan yang ada di kota Cimahi masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Untuk kecamatan Cimahi Utara, semua wilayahnya masuk kedalam Kawasan Bandung Utara (KBU). Tingkat kemiringan tanah di wilayah Cimahi Utara relative tinggi dengan kandungan air tanah yang relative masih melimpah sehingga cocok untuk menjadi lokasi pelestarian keanekaragaman hayati.

 “Alhamdulillah, saat ini di Kecamatan Cimahi Utara sudah ada Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang berlokasi di RW.18 Kelurahan Cipageran. Taman Kehati ini diharapkan akan menjadi pusat oksigen yang baik bagi masyarakat Kota Cimahi,” katanya.

Untuk kecamatan Cimahi Tengah, karakteristiknya adalah kawasan urban yang penuh dengan pergerakan manusia dan barang. Kita tahu bahwa di kecamatan cimahi tengah ini dilalui jalan nasional yaitu Jalan Amir Machmud yang tidak hanya menjadi urat nadi perekonomian Kota Cimahi namun juga kawasan Bandung Raya secara keseluruhan. Disamping itu, di kecamatan Cimahi Tengah ini terdapat setidaknya 8 (delapan) Pusat Pendidikan dan tangsi-tangsi militer lainnya milik TNI-AD.  Kami sadar bahwa pemerintah kota Cimahi tidak memiliki yurisdiksi untuk melakukan penataan dan pengaturan terhadap fasilitas-fasilitas milik TNI-AD ini.

 “ Kami percaya bahwa keberadaan pusdik-pusdik ini tetap dapat dioptimalkan bagi keunggulan SDM Kota Cimahi. Hal ini sebelumnya telah menjadi niatan bersama antara Dankodiklat dengan Pemerintah Daerah, khususnya berkenaan dengan sistem pelatihan dan pembinaan SDM di Kota Cimahi,” tuturnya.

 Untuk kecamatan Cimahi Selatan, karakteristik utamanya adalah kawasan Industri, yang dahulunya masih merupakan bagian dari rangkaian kawasan industri yang ada di Bandung Selatan. Perusahaan-perusahaan yang ada di Cimahi selatan ini bisa terus beroperasi di tengah situasi sulit seperti sekarang ini. Sayangnya, keberadaan kawasan industri.

Sementara untuk pemerataan di kelurahan adalah tingkat pemerintahan terkecil dalam struktur ketatanegaraan di Negara Indonesia. Dengan demikian, institusi kelurahan bersama dengan jajaran aparaturnya pada dasarnya merupakan garda terdepan pelayanan public kepada masyarakat. Untuk itulah, dalam rangka upaya pemerataan pembangunan di tingkat kelurahan, maka kualitas aparatur SDM yang ditempatkan di kelurahan harus terus ditingkatkan dan dibuat menjadi berimbang.

Untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Kelurahan pemerintah menggulirkan bantuan rumah tidakl layak huni untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Penerima manfaat harus sesuai dengan kondisi yang ada sehingga penerima manfaat sesua dengan program yang dilakukan. Untuk menunjang kesejahteraan masyarakat, para lurah di Cimahi menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan pembangunan di Cimahi.

Dia berharap terobosan untuk menciptakan Wisata militer dapat diwujudkan sebagai salah satu ikon Kota Cimahi sebagai pusat Pendidikan militer.

 

 

Baca Lainnya

Topik Populer