Kamis, 17 Mei 2018 18:22

Nasib Rumah Milik Hasanah Tunggu Assesment BPBD Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Rumah Pasangan suami istri (Pasutri) Rusjunaedi (52)-Hasanah (50) yang nyaris Ambruk.
Rumah Pasangan suami istri (Pasutri) Rusjunaedi (52)-Hasanah (50) yang nyaris Ambruk. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengakui belum menentukan nasib terkait bantuan perbaikan Rumah Hasanah (50) di Kampung Saradan, RT 04/02, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Rumah yang dihuni oleh enam anggota keluarga itu mengalan rusak parah sejak tiga minggu lalu. Rumah bagian belakangnya nyari roboh. Bahkan, dindingnya nampak sudah menganga.

Kepala BPBD Kota Cimahi, Dani Bastiani, mengatakan terkait bantuan untuk memperbaiki rumah oleh BPBD perlu melakukan Assesment terlebih dahulu.

"Itu rumahnya memang rusaknya terkena bencana, tapi kami (BPBD) harus melakukan pengecekan lagi, apakah layak untuk dibantu atau tidak. Karena harus ada SK (surat keputusan) Wali Kota," ujar Dani Bastiani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (17/5/2018).

Dani pun membenarkan, bahwa rumah milik Hasanah tersebut, terdampak bencana yakni hujan deras dan angin kencang beberapa minggu yang lalu, namun pihaknya baru bisa membantu keperluan logistik.

Namun, kata Dani, untuk bisa mendapat bantuan perbaikan rumah tersebut, pihak keluarga harus menunjukan surat rumah, bahwa rumah tersebut memang merupakan milik pribadi.

"Sehingga BPBD baru bisa mengambil langkah selanjutnya. Tapi nanti kita akan cek lagi ke lokasi," kata Dani.

Sementara, menurut warga setempat, Indra (27), rumah yang akan ambruk tetapi diisi oleh tujuh orang tersebut, seharusnya dari awal sudah bisa diperbaiki. Pasalnya, dikhawatirkan rumah itu tiba-tiba ambruk.

Pasalnya, kata dia, pemerintah setempat mulai dari RT hingga kelurahan telah mengajukan bantuan sejak pertama kali terjadi bencana di rumah tersebut.

"Kasihan soalnya kan sampai pernah diungsikan kelurganya. Itu karena warga khawatir rumahnya ambruk ketika diisi tujuh orang," katanya.

Baca Lainnya