Jumat, 29 September 2017 15:11

Nah Lho … Orang Jepang Aja Sudah Tahu Cireundeu

Reporter : Fery Bangkit 
Joni Munarto, Peneliti Utama Badan Litbang Kementrian Pertanian melihat uji coba rasi.
Joni Munarto, Peneliti Utama Badan Litbang Kementrian Pertanian melihat uji coba rasi. [limawaktu dok]

Limawaktu.id, - Joni Munarto, Peneliti Utama Badan Litbang Kementrian Pertanian (Kementan) RI menyebutkan, Cireundeu, Kota Cimahi merupakan ikon pembuat rasi atau beras singkong. Menurutnya, keberadaan makanan berat berbahan singkong tersebut sudah diketahui maysarakat luar Cimahi, bahkan gaungnya sudah terdengar hingga ke luar negeri.

Hal tersebut dikatakannya disela-sela uji coba produksi singkong menjadi bahan rasi di Area UPT Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Kota Cimahi di Komplek Nata Endah, Jln. Cihanjuang, Kota Cimahi, Jum'at (29/92017). "Rasi itu ikonnya Cimahi. Cimahi sudah mendunia Cireundeunya. Orang Jepang sudah Tahu Cireundeu," kata Joni.

Hanya saja, kata dia, keberadaan rasi belum terlalu dikenal oleh masyarakat lokal. Untuk itu, tentunya pemerintah harus lebih mempromosikan lagi tentang rasi ini. "Jadi orang Cimahi harus tau rasi itu apa. Orang luar negeri aja tau," ucapnya.

Rasi merupakan sejenis makanan yang berbahan dasar dari singkong. Rasi merupakan makanan alternatif, selain nasi. Bahkan, di Kampung Adat Cireundeu, Cimahi, rasi sudah menjadi menu wajib, dibandingkan nasi.

Menurut Joni, rasi juga bermanfaat untuk meminimalisir penyakit diabetes atau berbagai penyakit orang tua. "Jadi kalau mau mengurangi kegemukan itu makan rasi aja," ucapnya.

Perihal uji coba, lanjut Roni, pihaknya tengah melakukan uji coba mesin Snack atau Ekstruder untuk memproduksi singkong menjadi bahan rasi.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Herry Zaini mengatakan, sejumlah dinas, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian berkolaborasi untuk mempromosikan rasi.

"Di sini ada Dewan Ketahana Pangan. Kami sebagai ketahanan pangannya, nanti (dinas) Perdaganagn dengan UMKM-nya mempromosikan dan sebagainya," katanya. (kit)*

Baca Lainnya