Selasa, 30 Oktober 2018 10:53

Musim Penghujan Tiba, Melong Banjir Lagi!

Reporter : Fery Bangkit 
 Banjir yang terjadi di RW 2 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.
Banjir yang terjadi di RW 2 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Banjir lagi, banjir lagi. Itulah yang terjadi di RW 2 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.

Bila musim penghujan tiba, warga harus bersiap. Sebab, sama seperti tahun sebelumnya, jalan dan kawasan pemukiman berubah seperti sungai akibat genangan air.

Baca Juga : Anggota Komisi V DPR RI Bawa Kabar Gembira Soal Banjir Melong Cimahi

Seperti yang terjadi Selasa (30/10/2018). Hujan deras sejak pukul 03.00 WIB kembali berdampak pada meluapnya aliran sungai. Genangan air baik di jalan maupun pemukiman warga mencapai 30 cm.

"Sekitar pukul 06.50 WIB air meninggi sekitar 30 cm. Sekarang terpantau sudah surut," terang Kepala Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Dani Bastiani saat dihubungi via sambungan telepon, Selasa (30/10/2018).

Selain di Melong, genangan air akibat hujan deras juga terjadi di beberapa titik. Di antaranya di Jalan Mahar Martanegara dan Jalan Sasak Golkar. Dua titik itu juga merupakan langganan banjir jika musim penghujan tiba.

Buruknya drainase Jalan Mahar Martanegara dan dangkalnya saluran sungai di samping Jalan Sasak Golkar diduga menjadi penyebab utama kerap banjirnya dua titik itu.

Terkait penanganan dari BPBD Kota Cimahi, lanjut Dani, pihaknya dipastikan melakukan assesment, pengecekan ke lokasi. "Kemudian kita lihat terdampaknya seperti apa dengan sumber terdampaknya seperti apa, nanti kita laporan ke Wali Kota," jelas Dani.

Personel BPBD yang disiagakan selama 24 jam ada 20 orang, dibantu oleh Tagana, PMI, Pasukan Kecebong dan instansi terkait lainnya.

Menurut Dani, sekarang ini memang sudah memasuki musim penghujan. Untuk itu, ia menghimbau agar masyarakat selalu waspada dan siap siaga.

"Jaga kebersihan, saluran air jangan sampah tersumbat sampah," imbuh Dani.

Baca Lainnya