Sabtu, 15 Desember 2018 15:41

Musim Hujan, Pendapatan Tukang Parkir di Cimahi Merosot

Reporter : Fery Bangkit 
Ade Muslih (51), salah seorang juru parkir di sekitar Ramayana Cimahi.
Ade Muslih (51), salah seorang juru parkir di sekitar Ramayana Cimahi. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Musim hujan ternyata membawa dampak signifikan bagi para tukang parkir di Kota Cimahi. Pasalnya, pendapatan mereka otomatis menurun jika turun hujan.

Seperti yang diungkapkan Ade Muslih (51), salah seorang juru parkir di sekitar Ramayana Cimahi. Ia mengaku, musim hujan seperti sekarang ini membuat pendapatannya pun merosot tajam. Sebab, saat hujan turun, pengunjung pun otomatis sepi.

Baca Juga : Puluhan Tukang Parkir Liar Diciduk Anggota Sabhara Polres Cimahi

"Iya sekarang kan musim hujan, jadi sepi. Yang parkirnya sedikit," katanya saat ditemui, Sabtu (15/12/2018).

Ade, yang menjadi juru parkir sejak tahun 2000 itu menuturkan, jika biasanya ia bisa membawa pulang hingga Rp 60 ribu, sekarang ini Ade hanya mendapatkan Rp 40 ribu. Belum lagi lagi penghasilannya harus disetorkan ke Dinas Perhubungan Kota Cimahi.

Baca Juga : Surat Izin Parkir Dilarang Dipinjam Pakai dan Hanya Berlaku Tiga Bulan

"Kalau aturan kan bayarnya Rp1.000. Tapi kadang ada yang ngasih Rp500, ada juga Rp2.000. Kalau setor ke Dishub beda-beda, tergantung penghasilan," ungkapnya.

Hal serupa pun diungkapkan Unang Suganda (54), juru parkir di Jalan Alun-alun Timur, Kota Cimahi. Ia mengatakan, saat musim hujan seperti ini, uang yang dihasilkannya hanya mencapai Rp 100 ribu, dari biasanya yang mencapai Rp 150-170 ribu. 

Baca Juga : Realisasi PAD dari Jasa Parkir di Cimahi Belum Penuhi Target

"Itu masih kotor. Karena kan harus setor juga ke pemerintah. Belum buat makan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang mengatakan, sampai November, retribusi jasa parkir yang dihimpun Dinas Perhubungan Kota Cimahi baru mencapai 763 juta atau 91%, dari target PAD Rp 841 juta. Namun, pihaknya optimis target PAD dari sektor retribusi parkir bakal tercapai.

"InsyaAlloh tercapai. Sekarang sampai bulan November baru tercapai Rp 763 juta atau 91 persen," terang Endang saat dihubungi via pesan singkat, Sabtu (15/12/2018).

Tarif parkir di Kota Cimahi sendiri mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Retribusi Jasa Umum. Untuk kendaraan roda dua alias motor Rp1.000, mobil sedan/jeep/minibus Rp2.000 serta mobil box/pick up Rp2.500.

Dikatakan Endang, potensi PAD dari jasa retribusi parkir didapat dari 87 titik parkir on street, yang dijaga 140 juru parkir ilegal. Jumlah uang yang harus disetorkan oleh juru parkir yang dikelola Dinas Perhubungan Kota Cimahi pun berbeda. Besarannya disesuaikan dengan potensi dari setiap titik parkir.

"Tiap titik beda-beda. Yang terkecil Rp 15 ribu, yang terbesar Rp 75 ribu. Yang kecil itu karena lokasi yang jumlah pengunjungnya sedikit dan waktu operasionalnya terbatas," jelasnya. 

Baca Lainnya