Selasa, 9 April 2019 16:49

Munculnya Sekolah Ladam Kuda Peninggalan Belanda di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Bangunan Hoefsmidschool atau Sekolah Ladam Kuda kembali terlihat ke permukaan
Bangunan Hoefsmidschool atau Sekolah Ladam Kuda kembali terlihat ke permukaan [ferybangkit]

Limawaktu.id - Bangunan Hoefsmidschool atau Sekolah Ladam Kuda kembali terlihat ke permukaan. Sebab, bangunan semi permanen yang menutupinya kini sudah dibongkar sepekan lalu.

Sebelumnya, bangunan heritage peninggalan Belanda yang terletak di Jalan Terusan Baros-HMS Mintaredja, Kota Cimahi itu tertutup deretan kios.

Baca Juga : Parah! Warga Cireundeu Belum Diberitahu Cimahi Military Tourism, Padahal....... 

Hoefsmidschool atau Sekolah Ladam Kuda yang dipersiapkan Garnizoen Belanda tahun 1930-an. Bentuk bangunannya masih terlihat, meski di sekitarnya masih terdapat puing-puing bekas pembongkaran kios.

Dulunya, Hoefsmidschool merupakan sekolah untuk mendidik pengurus kuda. Pasalnya, saat itu Belanda membutuhkan tenaga kuda untuk mengerek meriam maupun tunggangan kavaleri di medan perang.

Baca Juga : Setelah Dua Kali Meleset, Pemkot Cimahi 'Ngeles' Apa Lagi Soal Sakoci?

Sementara kuda-kuda dikandangkan di istal (kandang) yang berada di Kompleks Basis. Lokasi tempat ini terlihat dalam peta Tjimahi yang dirilis tahun 1940. Saat itu, artileri masih ditarik oleh kuda dikarenakan bobotnya yang terlampau berat.

"Artileri itu digunakan oleh para prajurit KNIL, baik untuk latihan di Gunung Bohong atau ke medan pertempuran," ujar Ketua Tjimahi Heritage, Machmud Mubarok saat dihubungi via sambungan telepon, Selasa (9/4/2019).

Baca Juga : Perjalanan Bus Sakoci Bakal Didampingi Para Pramuwisata, Berikut Rinciannya!

Keberadaan Sekolah Ladam Kuda saat itu sangat vital bagi Belanda. Sebab, bisa dimanfaatkan untuk menunjang kekuatan Depot Mobile Artilerrie (markas besar artileri) yang berada di Baros, Kecamatan Cimahi Tengah. Kota Cimahi dulunya dijadikan sebagai Garnizoen Militer Infatri Batalion 4 dan 9e.

"Di sekolah kuda itu, para pasukan dilatih untuk membuat ladam kuda, memandikan, dan memberi makan kuda. Rumputnya itu berasal dari Grassland atau kebun rumput yang berada di Brigif," terang Machmud.

Namun oleh pemerintah Jepang, bagian depan sekolah ladam kuda ini digunakan sebagai dapur umum. Pasca Konvensi Meja Bundar, keberadaan Hoefsmidschool masih berdiri, namun tak digunakan lagi oleh TNI.

"Setelah serah terima aset dari Belanda, kini sebagian bangunan Hoefsmidschool digunakan sebagai markas Zibangdam (Zeni dan Bangunan Daerah) Militer Kodam III Siliwangi," jelasnya.

Sementara DMA yang menjadi pelopor lahirnya Hoefsmidschool berubah menjadi Pusdik Armed setelah diduduki TNI. "Keberadaan sekolah ini menunjukkan bahwa Belanda sangat teliti dalam mengembangkan kekuatan militernya," katanya.

Sebenarnya, kata Mac, bangunan Hoefsmidachool lebih luas. Namun, tersabet proyek pembangunan Tol Baros. "Dari sinilah awal muncul tenda (warung) bagi pekerja proyek, lama-lama ya dipermanenkan juga," tandasnya. 

Baca Lainnya