Jumat, 23 Februari 2018 14:04

Misteri Pengakuan Nafka tentang Temannya di dalam Sumur di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas Damkar sedang berupaya mengevakuasi Buluk yang menurut laporan Nafka (temannya) berada di dalam sumur.
Petugas Damkar sedang berupaya mengevakuasi Buluk yang menurut laporan Nafka (temannya) berada di dalam sumur. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Ada-ada saja ulah remaja zaman sekarang. Remaja berusia 17 tahun yang diketahui bernama Nafka terpaksa membuat Damkar, BPBD dan Polsek Cimahi harus menyedot air dalam sumur setinggi 12 meter di Kp. Citaman RT 01/18 Kel. Cigugur Tengah, Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi.

Menurut keterangan Nafka yang diperoleh Ketua RW 18, Alexander, Nafka dan tiga temannya tengah malam tadi tengah nongkrong di sekitar lokasi sumur. Bahkan, menurut informasi, keempatnya sempat menenggak minuman keras.

Sekitar pukul 05.30 WIB, Alexander mendapat laporan dari salah satu tukang ojek pangkalan yang kebetulan lewat sekitar lokasi. Mendengar teriakan dari dalam sumur, tukang ojek itu lantas menolongnya.

"Saya tau dari tukang ojek bahwa ada orang masuk sumur," kata Alexander, di lokasi kejadian, Jum'at (23/2/2018).

Kemudian, ia langsung menginterogasi Nafka. Menurut pengakuan versi Nafka, total ada empat orang yang semalam nongkrong dan masuk sumur. Namun dua rekannya sudah pergi dari lokasi tanpa dia.

Pengakuan mengejutkan dikatakan Nafka. Katanya, masih ada temannya yang masih berada di dalam sumur. Berdasarkan pengakuan itu, Ketua RW 18, Alexander langsung menghubungi Babinsa Kelurahan Cigugur Tengah.

Kemudian, kepolisian serta aparat TNI, BPBD dan Damkar Kota Cimahi datang ke lokasi sekitar pukul 07.00 WIB untuk mengevakuasi korban yang kata Nafka masih berada di dalam sumur.

"Yang selamat itu pas saya interogasi gak nyambung. Labil. Katanya ada tiga laki-laki, satu perempuan," ujar Alexander.

Warga membludak untuk menonton proses evakuasi Buluk. [Limawaktu]

Butuh waktu lama untuk mengurangi debit air di dalam sumur tersebut. Proses evakuasi juga sempat disulitkan lantaran membludaknya warga sekitar yang ingin menonton proses evakuasi.

Setelah sumur tersebut kering, petugas dibuat heran lantaran tak menemukan ada Buluk (nama korban dalam sumur) tertinggal di dalam sumur. Pihak kepolisian dari Polsek Cimahi beserta ketua RW memastikan keanehan tersebut.

"Sudah dipastikan kalau Buluk, yang menurut korban atas nama Nafka tertinggal di dalam sumur, tidak ada. Kami akan mencoba kembali menginterogasi Nafka, karena menurut tukang ojek yang menyelamatkannya, korban ini kemungkinan sedang mabuk berat," ujar Kanit Reskrim Polsek Cimahi, AKP Nana Supriatna saat ditemui di lokasi evakuasi, Jumat (23/2/2018).

Nafka, korban selamat yang juga menginformasikan jika Buluk, yang tak lain adalah temannya sendiri tertinggal di dalam sumur, saat ini sedang menjalani interogasi di Mapolsek Cimahi.

"Bisa jadi memang dia menyangka kalau ada temannya yang tercebur, padahal sudah pergi meninggalkan dia. Kita akan telusuri dulu berdasarkan hasil interogasi terhadap Nafka. Sekarang masih pengembangan," kata Nana.

Warga Resah

Ketua RW 18, Alexander mengaku selama ini ia kerap mendapat laporan dari warganya tentang prilaku anak muda yang kerap mabuk-mabukan di wilayahnya.

Bahkan, kata dia, semalam ia juga mendapat laporan dari warga yang kerja malam bahwa keempat orang yang disebutkan di atas sempat tertidur di bawah jembatan. Hal itu jelas meresahkan warganya, terutama warga yang mendapat shift kerja malam.

"Malam ditemukan mereka tidur di jalan. Mengakunya anak vespa. Jelas meresahkan dan mengganggu," kata Alexander.

Atas peristiwa tersebut, ia akan menghimbau aparat kewilayahannya agar meningkatkan pengamanan di wilayah RW 18. Hal itu dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warganya.

Selain itu, ia juga menghimbau agar para kawula muda untuk menghindari perilaku negatif yang bisa meresahkan warganya.

Baca Lainnya