Rabu, 13 Maret 2019 16:47

Minat Milenial dalam Bertani Dinilai Semakin Meningkat

Reporter : Fery Bangkit 
 Grand Launching Desa Tani Expo, Petani Milenial, di Kampung Cijerokaso, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (13/3/2019).
Grand Launching Desa Tani Expo, Petani Milenial, di Kampung Cijerokaso, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (13/3/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Dirjen Hortikultura, Kementerian pertanian (Kementan) RI, Suwandi menilai, usaha pertanian saat ini semakin diminati para petani milenial.

Menurutnya, hal ini karena adanya perubahan mekanisme pengolahan dan pola transaksi yang memanfaatkan teknologi informasi pertanian.

Pernyataan tersebut disampaikan Suwandi ketika menghadiri Grand Launching Desa Tani Expo, Petani Milenial, di Kampung Cijerokaso, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (13/3/2019).

"Image selama ini, jika petani harus becek-becekan, kotor-kotor itu berubah dengan kemajuan teknologi yang dapat menggenjot hasil produksi pertanian," katanya.

Dia menyebutkan, kini jumlah petani milenial yang terdata mencapai lebih dari 300 ribu orang. Jumlah tersebut dipastikan akan terus berkembang karena geliat generasi muda untuk terlibat di bidang pertanian semakin tinggi.

Agar generasi muda makin tertarik terjun ke dunia pertanian, Suwandi mengaku, pihaknya terus gencar mempromosikan keliling Indonesia dalam menggalakan program petani milenial. 

Diakuinya, kini mulai terlihat dampak luar biasa dimana perguruan tinggi bidang pertanian banyak diminati. Bahkan, Kementerian Pertanian juga telah mendirikan Politeknik Pengembangan Pertanian (Polbangtan) yang peminatnya membludak hingga 13.000 persen.

"Ini artinya, bahwa sektor pertanian adalah sektor yang menguntungkan dan menarik bagi generasi muda," ungkapnya.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, pihaknya sangat mendukung program petani milenial binaan dari Dompet Dhuafa Jabar melalui Kelompok Tani Macakal di Desa Cibodas, Lembang. Program ini, lanjut dia, menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah dalam mencetak petani milenial dari para dhuafa agar menjadi sejahtera. 

"Pemerintah akan hadir dan membantu mereka, misalnya dengan pemberian traktor dan benih. Atau mengintegrasikan pemasaran pertanian dengan Desamart yang akan dimulai Juni nanti," bebernya.

Baca Lainnya