Senin, 14 Oktober 2019 18:46

Meski Minim, Ternyata APAR Sumbang PAD

Reporter : Fery Bangkit 
petugas damkar kota cimahi tengah memeriksa apar di pemkot cimahi
petugas damkar kota cimahi tengah memeriksa apar di pemkot cimahi [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota cimahi menyebutkan, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dilaksanakan setahun dua kali.

"Pemeriksaan itu dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Penyuluhan Kebakaran pada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Saipul Nurjaman saat dihubungi via pesan singkat, Senin (14/10/2019).

APAR merupakan atau fire extinguisher merupakan alat yang digunakan untuk memadamkan api. Setiap bangunan gedung yang digunakan untuk keramaian seperti industri, rumah sakit, perkantoran, perusahaan, mal dan lain-lain pada dasarnya harus memiliki APAR.

Kewajiban pemasangan APAR itu diperkuat dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 7 Tahun 2012 tentang Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran di Wilayah Kota Cimahi. "Kalau hasil pemeriksaan kita tahun ini, hasilnya bervariasi ada yang harus diperbaiki, ada juga yang masih baik," beber Saipul.

Selain diperiksa, dalam pengecekan rutin APAR juga mempunyai nilai rupiah dalam bentuk retribusi. Retribusi yang masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu tercantum dalam Perda Kota Cimahi Nomor 7 Tahun 2012. Tahun ini, pihaknya menargetkan retribusi dari APAR mencapai RP 50 juta. Penentuan target itu berdasarkan objek yang sudah ditentukan dari database yang sudah teridentifikasi. "Ada objek baru yang terus kami identifikasi. Sampai saat ini baru tercapa Rp 51,16 juta (melebihi target)," tandasnya. 

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer