Orang Tua Siswa menggelar demo saat sosialisasi merger SDN  Baros Mandiri 7 ke SDN Baros Mandiri 3 Kota Cimahi.
Orang Tua Siswa menggelar demo saat sosialisasi merger SDN Baros Mandiri 7 ke SDN Baros Mandiri 3 Kota Cimahi. [Istimewa]
News

Merger SDN Baros Mandiri 7 Menuai Perlawanan Orang Tua Siswa

Limawaktu.id , Kota Cimahi -  Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi untuk melakukan penggabungan (Merger) SDN Baros Mandiri 7 ke SDN Baros  Mandiri 3 Baros mendapat  perlawanan sengit dari orang tua murid.

Penolakan massal ini mencuat saat rapat sosialisasi yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdis) dan Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar Kota Cimahi, di lingkungan SDN Mandiri 7. Langkah Disdik yang berencana mengalihfungsikan gedung SDN Mandiri 7 untuk pemenuhan ruang kelas baru untuk siswa SMPN 6 Cimahi yang kekurangan kelas  dinilai tidak berpihak pada kepentingan anak didik.

Menurut Edi  Suherdi, salah satu orang tua siswa di SDN Baros Mandiri 7 mengungkapkan, alasan keamanan dan jarak pemicu penolakan rencana merger tersebut. Aspirasi penolakan tidak hanya bergaung di dalam ruang rapat. Di luar gedung, gelombang massa ibu-ibu wali murid berkumpul menyuarakan protes serupa.

Setidaknya ada dua alasan krusial yang mendasari penolakan keras para wali murid, pertama dari akses gegografis yaitu jarak dan lingkungan SDN Baros Mandiri 3. Karena jarak tempuh menuju SDN Mandiri 3 dinilai terlalu jauh dan memberatkan bagi anak-anak usia sekolah dasar,” jelas Edi, Kamis, 14 Mei 2026.

Yang kedua, kate Edi, yaitu Faktor Risiko Lingkungan, dimana Kondisi fisik bangunan SDN Mandiri 3 Baros dinilai riskan dan tidak ideal untuk tumbuh kembang anak karena lokasinya yang berimpitan langsung dengan saluran air besar (solokan) dan area pemakaman.

Dalam forum tersebut, perwakilan wali murid mendesak agar kebijakan tata ruang pendidikan ini dibahas secara komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen pemangku kepentingan di Kota Cimahi.

Menanggapi gelombang penolakan total tersebut, jajaran pejabat Dinas Pendidikan Kota Cimahi tidak dapat mengambil keputusan di tempat. Rapat berakhir buntu tanpa kesepakatan persetujuan dari pihak warga.

“Perwakilan Disdik Kota Cimahi akhirnya melunak dan menyatakan akan membawa seluruh berkas tuntutan serta aspirasi penolakan ini sebagai laporan kepada pimpinan daerah untuk dikaji ulang,” jelas Edi,

Saat dikonfirmasi Limawaktu.id , Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Nana Suyatna melalui pesan whatsapp, belum memberikan keterangannya.

 

Baca Lainnya

Topik Populer

Radio Limawaktu Klik untuk memutar