Limawaktu.id, Jakarta – Bersepeda digadang-gadang bakal mengurangi emisi harian yang dihasilkan dari kendaraan bermotor.
“Bersepeda 5 kilometer per hari mengurangi 400 kilogram CO2 per tahun,”kata Ketua Umum Komunitas Bike to Work (B2W) Hendro Subroto, di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Hendro, bersepeda sama sekali tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca saat dilakukan. Sementara, apabila naik kendaraan bermotor, maka setiap kendaraan mengeluarkan 2,3 kilogram CO2 per 1 liter bensin.
“Bersepeda juga memiliki manfaatkan lain, yakni mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan kemacetan. Semakin banyak orang bersepeda, semakin sedikit kendaraan bermotor di jalan. Dampak lanjutannya yaitu kualitas udara semakin baik,” kata Hendro.
Meski demikian, bersepeda perlu dilakukan secara berhati-hati, terutama di jalan raya. Hal itu karena jumlah pengguna jalan raya semakin banyak, sedangkan luas jalan tidak bertambah.
“Ada jalur sepeda pun bukan jaminan buat kami bisa bersepeda dengan nyaman,” ujar Hendro.
Dikatakan Hendro, anggota B2W Indonesia memandang sepeda sebagai moda transportasi. Mereka mengutamakan naik sepeda untuk menunjang aktivitas, termasuk saat pergi ke kantor. Dengan begitu, sepeda tidak hanya dipakai saat sempat.
Ia berharap, kebiasaan anggota B2W menginspirasi orang lain untuk beralih ke transportasi ramah lingkungan.
Perkumpulan Bike to Work Indonesia (B2W) mencatat pencapaian 80 persen dari target performa dalam laporan kuartal pertama 2025 yang dirilis per 30 April. Fokus utama selama empat bulan pertama tahun ini adalah memperkuat kampanye pengurangan Emisi Karbon melalui aktivitas bersepeda yang terukur.
B2W menekankan pentingnya data untuk menunjukkan kontribusi nyata pesepeda dalam mengurangi jejak karbon. Dengan dukungan platform Jejakin, aktivitas pesepeda didokumentasikan secara sistematis. Ini menjadi dasar dalam memosisikan pesepeda sebagai pelaku utama menuju target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.