Selasa, 3 September 2019 17:55

Mengintip Gairah Bisnis Kelinci di Lembang

Reporter : Fery Bangkit 
Cecep Koswara (30), peternak kelinci asal  Kampung Sindangwaas
Cecep Koswara (30), peternak kelinci asal Kampung Sindangwaas [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Bisnis kelinci ternyata sangat menjanjikan. Seperti yang dialami Cecep Koswara (30), peternak kelinci asal Kampung Sindangwaas, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung barat (KBB).

Berbagai jenis kelinci baik lokal maupun import dibudidayakan di kampung ini sejak delapan tahun silam mulai dilirik pecinta kelinci dari mancanegara. Penghasilan bersihnya kini mencapai Rp 5 juta sampai Rp 6 juta perbulannya.

"Keuntungan lumayan bisa menopang kesejahteraan keluarga. Saya memutuskan beternak kelinci, hasilnya Alhamdulillah ekonomi untuk keluarga tercukupi dan ada lebihnya," ungkap Cecep di Lembang, Selasa (02/11/2018).

Beberapa tahun ke belakang khususnya di tahun 2019, pasar untuk kelinci khususnya kelinci import sudah mulai terlihat meningkat. Bahkan, peminatnya tidak hanya dari dalam negeri saja melainkan sampai ke luar negeri. Sebut saja dari Filipina dan Pakistan.

Cecep Koswara (30), peternak kelinci asal 
Kampung Sindangwaas

"Pemasaran sendiri kalau dalam negeri udah sampai ke Aceh dan Papua. Minggu ini pun akan ada yang dari Pakistan mau datang kesini," ujarnya.

Peminat kelinci dari mancanegara, terang Cecep, banyak yang mencari kelinci-kelinci import yang dikembangbiakan di Mekarwangi-Lembang. Seperti kelinci jenis English Angora, GG (German Giant), Holland Lop, Netherland Dwarf, Fuzzy Lop, Flemish Giant, Himalayan, dan berbagai kelinci ras negara luar lainnya. "Mereka itu pengen semua kayaknya dari semua jenis itu," ucapnya.

Meski lebih banyak permintaan jenis kelinci import, Cecep lebih memilih fokus untuk mengembangbiakan empat jenis kelinci import saja. Terutama jenis English Angora, Fuzzy Lop, dan Netherland Dwarf dengan alasan lebih mudah pemasarannya.

"Karena English Angora, Netherland Dwarf, dan Fuzzy Lop paling terjangkau harganya. Untuk anakannya itu berkisar dari Rp. 65 ribu sampai Rp. 400 ribu per ekor," bebernya.

Sementara itu, Ketua Peternak Kelinci Kampung Sindangwaas, Asep Odik mengatakan, di Kampung Sindangwaas sedikitnya ada 40 peternak kelinci yang mengembangkan berbagai jenis kelinci khususnya kelinci ras import dengan kisaran harga mencapai Rp 2,5 juta per ekor.

"10 orang merupakan peternak baru yang mulai ternak kelinci-kelinci ras. Ternak kelinci ini memiliki prospek yang baik ke depannya," bebernya. Dengan banyaknya peternak kelinci di kampungnya, ia berharap Kampung Sindangwaas dinobatkan sebagai Kampung Kelinci Mekarwangi.

"Kita bertekad menjadikan Kampung Sindangwaas ini menjadi kampung kelinci kedepannya karena melalui beternak kelinci nyatanya mampu untuk menopang perekonomian keluarga," pungkasnya.

Baca Lainnya