Jumat, 7 September 2018 18:33

Mendorong Pemberdayaan Ekonomi Warga Kelurahan Baros dengan Kotaku

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id - Bukan merupakan wilayah yang dikategorikan kumuh, tak lantas berdiam diri, namun tetap melakukan usaha pencegahan supaya terhindar dari kekumuhan.

“Kebetulan  kelurahan kami  tidak mendapatkan SK kumuh, termasuk dalam wilayah pencegahan. Supaya tidak terjadi kekumuhan,  makanya ada program penataan sanitasi kedepannya, insyaallah bisa direalasikan,” jelas Maman Eko, pengawas infrastruktur, ekonomi dan sosial Badan Keswadayaan (BKM) Baros Jaya, belum lama ini.

Menurut Maman, BKM Baros Jaya sudah melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan program penyaluran dana bergulir untuk membantu perekonomian warga Kelurahan Baros.

Meski tak mendapatkan gaji karena sifatnya relawan, kegiatan BKM dilakukan dengan oeprasional 5% dari dana yang dimiliki BKM Baros Jaya, serta memfokuskan pada PPMK (Program Perguliran Pinjaman Masyarakat) pemberian modal usaha kecil yang dikelola dan dibina oleh BKM Baros Jaya.

“BKM Baros Jaya walnya dipercaya mengelola dana Rp. 95 Juta kemudian kita pinjamkan dan kita gulirkan, alhamdulilah sampai  2018 sudah bertambah menjadi Rp. 115 juta, “ sebutnya.

Sementara itu, Darsinah Ketua KSM Melati mengungkapkan, dengan pembinaan dari BKM Baros Jaya, KSM yang diketuainya sudah menerima dana bergulir yang digunakan untuk pembuatan kripik singkong dan makanan ringan.  

“Awalnya kami memproduksi kecil kecilan yang cuma 7 kilogram,   alhamdulilah dalam menjalankan kelompok ini , kami dikasih dana perguliran yang sudah bisa kami kembalikan dan usha ini mulai berkembang sehingga mampu memproduksi  20 kilogram ,” ungkapnya.

Sedangkan Lurah Baros Yanti Retno Irianti mengatakan, dari 25 RW yang ada di kelurahan Baros, hanya ada dua wilayah yang masuk dalam pencegahan wilayah kumuh yaitu RW12 dan RW 20.  Untuk mencegah terjadinya wilayah kumuh, pihaknya selalu melakukan sosialisasi kepada warga untuk tetap berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Pola hidup sehat itu ada pada individu warga sendiri, kami hanya berusaha nelakukan pembinaan agar mereka memiliki kesadaran yang tinggi untuk tetap menjaga lingkungannya  tetap sehat,” katanya.

Baca Lainnya