Minggu, 28 Januari 2018 14:50

Memudarnya Kebiasaan Gotong Royong

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Limawaktu.id,- Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, istilah 'gotong royong' menempati posisi spesial sekaligus membumi. Bagaimana tidak, gotong royong sering dijadikan kalimat kunci oleh para pejuang untuk menggalang dukungan.

Di era Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, term gotong royong adalah kata lain dari Ekasila yang merupakan perasan lanjutan dari Trisela setelah sebelumnya merupakan hasil peras dari Pansasila. Dalam era baru seperti sekarang ini, gotong royong juga sering digunakan sebagai istilah untuk menyukseskan program-program pemerintah.

Jika didefinisikan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, gotong royong diartikan bekerja sama (tolong-menolong, bantu-membantu). Kalau dicontohkan, misalkan di sebuah desa akan dilaksanakan pembangunan Masjid, dan akan dikerjakan secara bersama-sama.

Contoh lain, di Kota Cimahi, pemerintah setempat memiliki program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), program tersebut menurut pemerintahan Cimahi dikerjakan secara gotong royong dengan disertai bantuan dari pemerintah.

Meski begitu, budaya atau istilah gotong royong semakin hari seolah semakin ditinggalkan, apalagi di perkotaan. Bukan berarti gotong royong benar-benar hilang, namun memang agak mulai hilang dari kebiasaan masyarakat.

“Sejalan perkembangan zaman, gotong royong lambat laun bisa luntur kalau dibiarkan tanpa pola dan terbukti menurun,” ujar Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Kota Cimahi, Totong Solehudin.

Perkembangan zaman disertai semakin canggihnya teknologi mungkin menjadi salah satu penyebab kenapa gotong royong seolah tinggalkan oleh masyarakat. Sebagian dari anda mungkin sudah jarang sekali melihat istilah gotong royong dilaksanakan, sesekali mungkin jika ada kegiatan bersih-bersih lingkungan.

“Masih ada, cuma menurun kalau tidak segera diantisipasi,” ucap Totong yang juga menjabat sebagai Ketua DKM Masjid Agung tersebut.

Memang sukar untuk mengukur tingkat menurunnya budaya gotong royong, harus diukur dari aspke apapun memang terlihat samar. Tapi harus diakui memang trennya memang menurun.

Berbicara manfaat gotong royong, tentunya memiliki banyak manfaat. Selain wujud kepedulian terhadap sesama, gotong royong juga berguna untuk meningkatkan silaturahim.