Rabu, 19 Februari 2020 17:57

Memalukan! Pabrik Pemasok Sparepart Motor di Cimahi Nunggak Pajak Sejak Desember 2017

pemasangan spanduk media peringatan yang bertuliskan 'objek pajak ini belum membayar pajak air tanah.
pemasangan spanduk media peringatan yang bertuliskan 'objek pajak ini belum membayar pajak air tanah. [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Sebuah perusahaan yang berdomisili di Kota Cimahi tercatat menunggak Pajak Air Tanah (PAT) terhitung selama dua tahun lebih. Besaran tunggakannya mencapai Rp45.202.500.

Perusahaan tersebut adalah PT Sintoetex Lestari yang berdomisili di Jalan Raya Cibaligo, Kampung Mancong, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Cimahi, Dadan Darmawan mengungkapkan, perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan sparepart kendaraan itu belum membayarkan pajaknya sejak Desember 2017 hingga November 2019.

"Kalau Desember informasinya sudah bayar. Cuma dari Desember 2017 hingga November 2019 itu belum bayar," kata Dadan, melalui Kasubid Pengawasan Pengendalian dan Penyuluhan Pajak Daerah pada Bappenda Kota Cimahi, Bayu Agung Avianto saat ditemui di DPRD Cimahi, Rabu (19/2/2020).

Sebetulnya, ungkap Dadan, pihaknya sudah melayangkan surat teguran pertama dan kedua kepada Wajib Pajak (WP) air tanah tersebut. Namun hingga akhir tahun kemarin belum ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk membayar tunggakan pajak tersebut.

Akhirnya dalam surat peringatan ketiga, pihaknya melayangkan surat beserta pemasangan spanduk media peringatan yang bertuliskan 'objek pajak ini belum membayar pajak air tanah.

Media peringatan itu dipasang Bappenda Kota Cimahi pada Selasa (18/2/2020). Tujuannya, agar perusahaan tersebut segera melunasi tunggakan pajaknya. "Pemasangan media peringatan itu sebagai upaya paksa agar wajib pajak datang ke kantor untuk memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak," tegasnya.

Dikatakannya, peringatan keras ini sudah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Tahun 2014 tentang Pajak Daerah dan Peraturan Wali Kota (Perwal) Cimahi Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah.

"Karena nunggak pajak, otomatis yang bersangkutan harus bayar dengan dendanya. Jadi total yang harus dibayarkan Rp 54.740.800," bebernya.

Dadan melanjutkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Energi Sumber Daya Air Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat. Sebab setelah dilakukan pengecekan, ada perubahan aktifitas pabrik.

Awalnya, ungkap dia, pabrik tersebut berkecimpung dalam bisnis tekstil. Namun setelah saat dipasang media peringatan, ternyata kegiatan usahanya sudah berubah menjadi sparepart sepeda motor.

"Kita menyampaikan surat ke ESDM untuk pengecekan kembali karena kewenangan pengecekan air ke ESDM. Perusahannya bilang kita sudah berubah jenis usaha," pungkasnya. 

Baca Lainnya