Sabtu, 25 Mei 2019 17:09

Mantan Sekda Bakal jadi Saksi Persidangan Kasus Dugaan Korupsi APBD Kota Cimahi Tahun 2006-2007 Besok

Reporter : Fery Bangkit 
Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi Menyita Lahan Seluas 24,790 Meter Persegi Di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi Menyita Lahan Seluas 24,790 Meter Persegi Di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Mantan Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija dijadwalkan bakal menjalani sidang lanjutan dalam kasus dugaan penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi tahun 2006-2007.

Sidang rencananya akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung, Jalan RE Maradinata, Kota Bandung, Senin (27/5/2019). Sidang beragendakan mendengarkan keterangan para saksi.

Baca Juga : Hadapi Sidang Dakwaan, Mantan Wali Kota Cimahi Kenakan Alat Bantu Pernapasan

"Agendanya masih mendengarkan saksi. Ada 7 saksi yang akan dihadirkan," terang Kajari Cimahi, Harjo saat ditemui di Masijd Agung Cimahi, Sabtu (25/5/2019).

Secara keseluruhan, kata Harjo, ada sekitar 50 lebih yang bakal dihadirkan menjadi saksi atas terdakwa mantan Wali Kota Cimahi dua periode itu. Di antaranya mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Encep Saepulloh dan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi Hendardi Pagih.

Baca Juga : Nama Benny Bachtiar Kembali Masuk Radar Persidangan Dugaan Penyelewengan APBD Cimahi

"Kalau untuk besok kita hadirkan mantan Sekda Encep Saepulloh dan Hendardi Pagih mantan Bappeda," ujar Harjo.

Selain Itoc, Kejari Cimahi juga saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap dua orang berinisial II dan AS. Dua orang dari pihak swasta itu diduga kuat juga terlibat dalam dugaan kasus korupsi penyelewengan APBD Kota Cimahi.

Baca Juga : Sidang Lanjutan Kasus Tanah Cibeureum Ditunda Dua Pekan, ini Alasannya

Kasus dugaan penyelewengan uang negara itu bermula saat Pemkot Cimahi melakukan penyertaan modal kepada Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PDJM) dan PT Lingga Buana Wisesa (LBS).

Rencananya, penyertaan modal itu akan digunakan untuk pembangunan Pasar Raya Cibeureum yang diganti menjadi Pusat Niaga Cimahi (PNC). Namun dalam perjalanannya, uang itu malah digunakan untuk membeli tanah Cibeureum. Tanah pun urung dibeli karena bermasalah.

Total kerugian negara kasus dugaan korupsi APBD Kota Cimahi Tahun Anggaran 2006-2007 itu mencapai Rp 37 miliar. Sementara uang yang sudah kembali ke kas negara baru Rp 5,250 miliar.

Baca Lainnya