Senin, 31 Januari 2022 18:45

Maju Pilpres 2024, Warga Jabar Menunggu Kepastian Ridwan Kamil

Reporter : Iman Nurdin
Maju Pilpres 2024, Warga Jabar Menunggu Kepastian Ridwan Kamil
Maju Pilpres 2024, Warga Jabar Menunggu Kepastian Ridwan Kamil [Iman Nurdin]

Bandung (limawaktu.id), -  Warga Jawa Barat  masih belum optimal dalam mendukung Ridwan Kamil atau 23 persen. Padahal, warga Jabar mendukung ada perwakilan orang Sunda di tataran Nasional.

Peneliti Indonesia Politics Research and Consultan (IPRC), Firman Manan mengemukakan hal tersebut dalam ekspose "Calon Presiden, Calon Gubernur, dan Partai Politik Pilihan Warga Jabar" di Hotel Amarosa, Bandung, Senin (31/01/2022).

"Prosentase 23 persen masih relatif kecil jika melihat Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat. 'Kan tokoh Jabar saat ini mengerucut pada Ridwan Kamil, " kata Firman.

Firman menyebutkan, ada beberapa faktor yang ditemukan dalam survey IPRC. Warga Jabar belum yakin Kang Emil, sapaan akrabnya akan maju ke Pilpres. Keyakinan terebut salah satunya dia belum memiliki kendaraan politik.

'Meski dalam beberapa kesempatan Emil pernah menegaskan akan maju, tetapi belum memberi keyakinan kepada warga Jabar karena persoalan kendaraan politik, " ujarnya.

Terlebih lagi, lanjut Firman, Emil juga disebut menjadi ketua badan otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Ini membuat warga Jabar bingung tentang agenda Ridwan Kamil.

"Terlebih lagi warga Jabar belum mengetahui agenda kebijakan Emil jika menjadi Capres untuk Jawa Barat, " imbuh Firman.

Meski demikian, Firman menilai, prosentase ini karena karakter warga Jabar yang selalu memilih pada akhir waktu (last minute). Apalagi waktu Pilpres masih 2 tahun lagi, membuat warga Jabar masih menunggu kepastian dari Ridwan Kamil.

Ekspose Kinerja

Selain ituitu,  Firman Manan,  survey mengatakan kinerja Ridwan Kamil mayoritas baik. Namun ada masalah dalam pengenalan program-program   unggulan. 

"Mungkin ini karena terganggu Covid-19, baik soal anggaran maupun optimalisasi program unggulan, " katanya.

Dari sekian program unggulan, Kata Firman, tingkat pengenalannya masih di bawah 50 persen.

"Butuh media yang mengekspos program unggulan ini, agar tingkat pengenalan oleh warga Jabar terasa, " ujarnya.

Walaupun Emil di medsos aktif, namun berbeda berbeda dengan  Dedi Mulyadi. Dalam media Dedi Mulyadi, menguatkan kualitas personal, menyentuh, perhatian kepada rakyat, keberpihakan pada rakyat, dan merakyat.

"Inilah yang harus dibangun oleh Ridwan Kamil untuk pengembangan media, " Imbuhnya.

Kendaraan politik

Sementara itu, Pengamat politik Universitas Padjadjaran, Prof. Muradi, mengatakan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil perlu segera menentukan partai politik untuk kendaraan politik maju ke Pilpres 2024. Hal tersebut membuat dirinya lebih leluasa dalam pergerakan politiknya.

"Kalau saya lihat saat ini posisi Ridwan Kamil ini maju kena mundur kena. Karena belum ada kendaraan partai yang akan mengusungnya ke pilpres," jelas Prof.Muradi Pengamat politik dari Universitas Padjajaran Bandung.

Ridwan Kamil, kata Muradi, harus segera menentukan partai politik pilihannya sesegera mungkin. "Maksimal bulan Juli 2022 ini beliau harus menentukan kendaraanya. Karena bulan Juli nanti sudah masuk pada tahapan verifikasi partai politik," jelasnya.

Menurutnya Ridwan Kamil harus segera menentukan pilihan, karena hal itu akan sangat menentukan pada soliditas menuju kemenangan.

Terkait itu, lanjutnya, Ridwan Kamil bisa saja bergabung dengan partai PKS, PAN ataupun PPP. Terlebih Ridwan Kamil memiliki kedekatan dengan partai berbasiskan agama.

"Kalau untuk masuk ke partai besar seperti PDIP ataupun Gerindra dan Golkar cukup sulit, karena partai itu sudah mempersiapkan kandidatnya," katanya.

 

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer