Kamis, 18 Juli 2019 12:14

Mahfud MD Dukung Benny Tuntut Wali Kota Bandung

Reporter : Fery Bangkit 
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Mohammad Mahfud dan Staff Ahli Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Kota Cimahi, Benny Bachtiar.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Mohammad Mahfud dan Staff Ahli Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Kota Cimahi, Benny Bachtiar. [limawaktu]

Limawaktu.id - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Mohammad Mahfud MD mengapresiasi upaya hukum yang ditempuh Benny Bachtiar perihal pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung. Upaya hukum yang dilakukan saat ini dinilai sudah tepat dan positif.

Hal itu disampaikan Benny Bachtiar saat dihubungi via sambungan telepon, Kamis (18/7/2019). Beberapa waktu lalu, pria yang saat ini menjabat Staff Ahli Ekonomi dan Pembangunan Kota Cimahi itu sempat bertemu Mahfud MD. 

Baca Juga : Ini Nama-nama Calon Sekda Cimahi yang Kandas dan Lolos

"Profesor Mahfud MD mengapresiasi apa yang saya lakukan," kata Benny. 

Sebelumnya, Benny mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung perihal pelantikan Sekretris Daerah (Sekda) Kota Bandung yang dinilainya cacat hukum. Tergugatnya adalah Wali Kota Bandung Oded M Danial

Baca Juga : Resmi Gugat Wali Kota Bandung Soal Sekda, Benny:Pak Ema Cacat Hukum!

Gugatan itu dilayangkan berkaitan dengan tak dilantiknya Benny sebagai Sekda, padahal pria yang kini menjabat Staff Ahli Ekonomi dan Pembangunan Kota Cimahi itu sudah mengantongi rekomendasi pelantikan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. 

"Intinya, yang saya lalukan sudah benar dan mestinya Wali Kota (Oded M Danial) melantik saya. (Mahfud MD) menilai positif, karena sudah on the track, tinggal menunggu hasil," ungkapnya. 
 
Kasus pemilihan Sekda Kota Bandung memasuki babak baru ketika Oded M Danial malah melantik Ema Sumarna sebagai Sekda Kota Bandung. Hal itu dinilai Benny cacat hukum karena tidak mendapat rekomendasi dari Gubernur Jabar.

Baca Juga : Tanpa Sekda Definitif, Roda Pemkot Cimahi Kurang Sehat!

"Jadi itu yang saya gugat ke PTUN, intinya terkait SK pak Ema sebagai Sekda Kota Bandung, karena sampai saat ini saya belum melihat bukti fisiknya," ujar Benny.

Berdasarkan pengumpulan alat bukti dan keterangan para ahli, pihaknya optimis akan memenangkan gugatan tersebut karena berdasarkan peraturan undang-undang terkait pelantikan sekda itu, semuanya sudah merujuk kepadanya, sehingga sudah seharusnya dia yang dilantik menjadi Sekda Kota Bandung.

"Masih tahap administrasi, mungkin minggu depan (sidang) gugatan," ucapnya. 

Dalam gugatan tersebut, pihaknya ingin menegakan aturan terkait pelantikan Sekda. Sebab, proses seleksi terbuka atau open bidding Sekda yang ia ikuti sudah sesuai dengan amanat UU ASN Nomor 5 tahun 2014 yang independen dan jujur.

"Dalam gugatan ini saya ingin meminta kejelasan kepada Wali Kota Bandung kenapa tidak melantik saya sebagai Sekda. Padahal semuanya sudah saya tempuh termasuk dipilih oleh walikota saat itu," tandas Benny.

Baca Lainnya