Sabtu, 5 Mei 2018 20:39

Mahasiswa Gelorakan Jihad for Citarum

Reporter : Jumadi Kusuma
Dialog Dwimingguan yang digelar Eksplorasi Dinamika dan Analisa Sosial (EDAS), di Raozeun Cafe, Arcamanik Kota Bandung, Sabtu (5/5/18).
Dialog Dwimingguan yang digelar Eksplorasi Dinamika dan Analisa Sosial (EDAS), di Raozeun Cafe, Arcamanik Kota Bandung, Sabtu (5/5/18). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Jihad for Citarum, sebuah diksi yang menggelorakan semangat perang suci untuk memperbaiki kondisi lingkungan terlontar dari Sidiq seorang mahasiswa peserta Dialog Dwimingguan yang digelar Eksplorasi Dinamika dan Analisa Sosial (EDAS), di Raozeun Cafe, Arcamanik Kota Bandung, Sabtu (5/5/18).

Menurut Sidiq, jihad bukan hanya perang tapi juga memperbaiki lingkungan dalam pengertian luas adalah bagian dari jihad.

Diksi Jihad for Citarum mendapat tanggapan dari narasumber Dialog DR. Wawan Gunawan yang juga Direktur EDAS Bandung.

"Jihad for Citarum itu diluar imajinasi dan nalar saya. Kalau itu dijadikan bekal untuk bergerak bersama itu bagus. Saya coba kolaborasi untuk segera direalisasikan", tanggapnya.

Menurut Wawan Jihad for Citarum bukan Citarum untuk manusia tapi manusia untuk Citarum sebagai ciptaan Tuhan, jelasnya.

Sementara itu Pakar Lingkungan Universitas Maranatha Bandung, Gai Suhardja, Ph.D yang hadir sebagai narasumber mengapresiasi Jihad for Citarum.

"Jihad itu ide yang hebat, Jihad for Citarum. Jihad dilaksanakan akademisi, komunitas Kabuyutan Citarum dan jangan lupa pengusaha swasta dan BUMN juga media".

Dialog bertema Citarum (Tak) Harum: Kenyataan dan Harapan tersebut digelar secara rutin oleh EDAS dan dihadiri oleh Anggota DPD RI perwakilan Jawa Barat H. Aceng HM Fikri dan mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Bandung.

Baca Lainnya