Selasa, 31 Maret 2020 18:37

Mahar Dapat Kiriman Banjir Lagi, Pemkot Cimahi Kirim Surat ke BBWS

banjir di Jalan Mahar Martanegara
banjir di Jalan Mahar Martanegara [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Air kiriman dari Sungai Ciputri di Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi kembali membanjiri Jalan Mahar Martanegara pada Selasa (31/3/2020) sore.

Aliran air dari sungai tersebut meluap ke jalan sebab kapasitasnya sudah tidak mampu menampung air saat diguyur hujan deras sejak pukul 14.00 WIB. Ketinggian air di jalan tersebut melebihi lutut orang dewasa.

Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda yang hendak menuju arah Cimindi maupun sebaliknya kebanyakan memutar balik, meski ada beberapa pengendara yang memaksakan diri melewati banjir tersebut. 

"Saya putar balik, takut mogok motornya. Itu airnya bisa ngerendem mesin motor saya," ujar Indra Lukman (28), salah seorang pengendara yang hendak menuju Cimindi.

banjir di Jalan Mahar Martanegara

Banjir di lokasi tersebut memang sudah menjadi langganan setiap hujan deras turun. Kecilnya kapasitas drainase jalan membuat luapan air dari Sungai Ciputri dengan mudahnya masuk ke Jalan Mahar Martanegara.

Kepala Seksi Drainase pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Sambas Subagja mengakui air yang masuk ke jalan merupakan kiriman dari Sungai Ciputri, yang tak jauh dari titik banjir.

"Drainasenya jadi repot juga (nampung airnya), akhirnya kan ke jalan," katanya.

Dikatakannya, banjir di Jalan Mahar Martanegara kemungkinan akan terus terjadi selama belum ada penanganan dari hulu yang meliputi Sungai Ciputri (Cigugur Tengah) hingga hilir di Melong, Cimahi Selatan.

Ditegaskannya, area sungai yang berada di Cigugur Tengah itu harus dilebarkan untuk menambah kapasitas air. Sedangkan di Melong pun jalur airnya belum diluruskan, dan baru dibangun tanggul sementara untuk mencegah luapan air agak tak terlalu berdampak terhadap warga.

"Kalau logikanya di Melong belum diluruskan, belum lancar otomatis terhambat aliran air. Sementara di Cigugur belum dilebarkan, jadi pasti tumpah ke jalan," jelas Sambas.

Upaya lanjutan pelebaran sungai di Cigugur Tengah akan dilanjutkan tahun ini dengan membebaskan lahan sekitar 4.000 meter persegi di RW 8 dan 17. Sedangkan di Kelurahan Melong ada 6.000 meter persegi lahan yang harus dibebaskan agar pengentasan banjir, termasuk di Jalan Mahar Martanegara bisa terealisasi.

Untuk upaya rutin yang dilakukan, lanjut Sambas, pihaknya bersama Tim Kecebong rutin melakukan pembersihan dan pemeliharaan sungai serta drainase dari sampah. Sebab, sampah kerap menjadi penghambat aliran sungai.

"Tapi terlihat belum cukup karena upaya utamanya (pelebaran sungai) belum dilakukan," ucapnya.

Selain itu dalam waktu dekat, terang Sambas, pihaknya akan melakukan pengerukan sungai di wilayah hilir. Rencana itu sudah dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

"Kami sudah kooridinasi dengan BBWS, kami minta pengerukan. Sedang disiapkan suratnya mudah-mudahan BBWS bisa bantu buat ngeruk," pungkasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer