Kamis, 3 Mei 2018 21:48

Luhut Ancam Industri di Cimahi Selatan segera Perbaiki IPAL

Reporter : Jumadi Kusuma
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan saat memberikan sambutan di acara percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan daerah aliran sungai (DAS) Citarum, di sebuah hotel di Jl Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis, (3/5/18).
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan saat memberikan sambutan di acara percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan daerah aliran sungai (DAS) Citarum, di sebuah hotel di Jl Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis, (3/5/18). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Presiden Joko Widodo memberi deadline kepada pengusaha untuk segera memperbaiki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), selama tiga bulan. Bila masih belum ada perubahan, akan dipenjara.

Demikian ancaman Presiden yang dilontarkan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan saat memberikan sambutan di acara percepatan pengendalian Pencemaran dan kerusakan daerah aliran sungai (DAS) Citarum, di sebuah hotel di Jl Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis, (3/5/18).

"Presiden menyampaikan pesan, katanya meminta Pak Luhut kasih waktu pengusaha membenahi IPAL nya selama tiga 3 bulan. Baik itu IPAL komunal maupun sendiri," kata Luhut dihadapan ribuan peserta audiensi dan deklarasi.

Menurutnya bila pabrik tidak segera membuat IPAL dikhawatirkan limbahnya akan berdampak buruk kepada masyarakat.

"Saya tahu, saat ini mereka banyak yang tidak hadir. Sampaikan kepada mereka yang punya Industri. Kalian jangan main-main, kalian patuhi aturan," ancam Luhut.

Ancaman tersebut berdasarkan data industri apa saja yang kerap membuat limbahnya ke sungai.

"Saya punya data dari Dansektor yang punya Ipal baru 20 persen dari seluruh Industri," tuturnya.

"Perusahaan yang pernah melanggar, sudah ada datanya. Kalau diulangi sekali lagi, kami penjarakan. Enggak akan kami buka nama perusahaannya sekarang. Ini ada di Cimahi Selatan, Mochammad Toha, Dayeuhkolot," pungkas Luhut.

Baca Lainnya