Rabu, 3 Januari 2018 17:36

LSM Galang Dana Bangun Jembatan Cijambu, Pihak Desa Saling Tuding

Reporter : Fery Bangkit 
Jembatan terbuat dari bambu yang jadi penghubung Desa Sirnagalih dan Desa Cijambu Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat.
Jembatan terbuat dari bambu yang jadi penghubung Desa Sirnagalih dan Desa Cijambu Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Kondisi jembatan penghubung dua desa di Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat semakin memprihatinkan.

Padahal, Jembatan yang kini hanya berbahan material Bambu sepanjang 30 meter dengan lebar 1,5 meter membentang diatas sungai Cijambu merupakan akses ekonomi dan pendidikan 500 Kepala Keluarga (KK) empat kampung disekitarnya.

Dilatarbelakangi keprihatinan atas kondisi tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat Trapawana Bandung Barat dan Jawa Barat berencana menggalang donasi untuk membangun jembatan yang lebih representatif.

Jembatan tersebut dibangun 10 tahun lalu melalui swadaya warga. Dasar dibangunnya jembatan lantaran warga Desa Sirnagalih dan Desa Cijambu harus memutar arah bila ingin menuju jalan utama.

"Kampung Pangkalan, Ciketa, Cintaharja dan Buntersari menjadi pemanfaat jembatan ini. Jembatan ini biasa digunakan mengangkut hasil panen dan sarana transportasi menuju sekolah dasar terdekat,"ungkap Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Trapawana perwakilan Kabupaten Bandung Barat, Rida Riyadi, Rabu (3/1/2017).

Ketua Trapawana Jawa Barat, David Riksa Buana membeberkan, pihaknya telah menginventarisir kebutuhan material untuk membangun jembatan terbuat dari besi. Butuh sedikitnya Rp 280 juta agar jembatan bisa berdiri kokoh dan aman dilalui warga.

"Setelah melakukan survey lapangan dan koordinasi dengan warga pemanfaat, pemerintah desa dan kecamatan kami berencana menggalang donasi dan membangun secara swadaya," ungkap David.

Beberapa bahan bangunan seperti batu dan pasir akan memanfaatkan yang ada di sungai Cijambu, bersama warga pengumpulan bahan bangunan mulai dilakukan.

"Untuk semen, besi, papan dan kawat harus beli, makanya kita membuka peluang bagi siapa saja yang akan turut membantu mewujudkan insfrastruktur masyarakat ini,"kata David.

Penggalangan dana, lanjut David, dilakukan melalui media sosial dan mengajak komunitas yang ada di Bandung Barat untuk bersama-sama menggalang dana halal. Jika menunggu rencana pemerintah setempat membangun harapannya sangat kecil.

"Sejak Bandung Barat berdiri tidak ada jembatan baru dibangun, padahal kontur dan tofografi wilayah Bandung Barat yang berbukit dan dilintasi sungai membutuhkan jembatan sebagai aksesbilitas ekonomi dan pendidikan masyarakat sekitarnya,"papar David.

Salah seorang warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan, dirinya sudah beberapa kali melaporkan ke pemerintah setempat agar jembatan segera diperbaiki, namun jawaban pihak desa selalu saling tuding masalah perbatasan desa.

"Kalau laporan disuruh Foto, tapi fotonya gak pernah diminta. Terus juga saling tuding kewenangan karena jembatan itu perbatasan dua desa yaitu Cijambu dan Sirnagalih,"katanya.

Padahal, tutur dia, warga sengaja membangun jembatan terbuat dari bambu lantaran keberadaannya sangat vital dan dibutuhkan warga untuk mengangkut hasil panen. Kini jembatan itu nyaris roboh dimakan usia sementara warga tidak ada pilihan lain selain melalui jembatan ini.

"Kalau memutar bisa satu jam atau sekitar empat kilometer untuk sampai ke jalan utama, walaupun mengancam keselamatan habis mau gimana lagi,"keluhnya. (kit)

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Hadduuuh

4 Januari 2018 0:12 Balas