Senin, 4 Maret 2019 10:40

Longsor dan Tembok Roboh Lukai Lima Warga Cisarua Bandung Barat

Reporter : Fery Bangkit 
Bencana tanah longsor di sejumlah tempat di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Bencana tanah longsor di sejumlah tempat di Kabupaten Bandung Barat (KBB). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Hujan deras menyebabkan bencana tanah longsor di sejumlah tempat di Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Jumat (1/3/2019) malam. Tidak hanya itu dampak dari hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tembok setinggi 1,5 meter dan panjang 25 meter roboh dan melukai warga yang sedang melintas. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, bencana longsor terjadi Kampung Nyalindung RT 02/02, Desa Sukasari, Kecamatan Gunung halu dan di Kampung Bonceret, Rancapanggung, Kecamatan Cililin. Longsor yang terjadi di Kampung Bonceret sempat menutup akses jalan yang menghubungkan Cikadu-Rancapanggung.

Baca Juga : Nyangkut di Pohon Pisang, Euis Selamat dari Timbunan Longsor

Sedangkan tembok kebun yang roboh berlokasi di Kampung Barukai Timur RT 04/13, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua. Kejadian yang terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 19.30 WIB itu menimpa lima orang warga yang kebetulan sedang melintas. Akibatnya satu orang mengalami luka berat dan harus dibawa ke RS Cahya Kawaluyaan, Padalarang. 

"Tidak ada korban jiwa dalam bencana longsor dan tembok roboh itu. Hanya ada satu orang harus dibawa ke rumah sakit karena lukanya cukup parah," kata Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo didampingi Staf BPBD Suheri, Sabtu (2/3/2019).

Baca Juga : Cuaca Ekstrim, Pergerakan Tanah Hingga Longsor terjadi di KBB

Duddy menyebutkan, lima orang itu adalah Ai Pebrianti (37) yang mengalami luka berat dan dibawa ke rumah sakit. Kemudian Adam (8) luka ringan, Chelse (10) mengalami patah tulang dan dirujuk ke balai pengobatan di Citapen, Sherli (11) luka ringan dan Evi (12) luka ringan. Mereka semua tercatat sebagai warga Jambudipa RT02/13, Kecamatan Cisarua.

Saat kejadian kelima warga tersebut dalam perjalanan pulang dari Masjid Jami Hasanudin setelah menunaikan salat Isya. Naas pada saat tiba di lokasi tiba-tiba tembok pembatas kebun tersebut roboh dan menimpa para korban yang sedang berjalan dipinggirnya. Kondisi itu terjadi disinyalir karena pondasi tembok yang tidak kuat menahan tekanan air hujan yang turun sejak siang.

"Setelah mendapat informasi petugas kami bersama Babinsa dan warga langsung ke lokasi mengevakuasi korban dan membersihkan material tembok. Sekitar pukul 24.00 WIB meterial tembok berhasil dibersihkan dan jalan kembali dapat dilintasi warga," pungkasnya. 

Baca Lainnya